Pemerintah Mulai Bangun Rumah bagi Korban Banjir Bandang di Kabupaten Tanahdatar

Metro- 30-09-2024 19:37
Gubernur Mahyeldi lakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi terpadu bagi keluarga terdampak bencana banjir lahar dingin di Kabupaten Tanahdatar, Kamis (12/9/2024). (dok : istimewa)
Gubernur Mahyeldi lakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi terpadu bagi keluarga terdampak bencana banjir lahar dingin di Kabupaten Tanahdatar, Kamis (12/9/2024). (dok : istimewa)

Tanahdatar, Arunala.com - Pembangunan rumah relokasi terpadu bagi masyarakat terdampak bencana banjir lahar dingin di Sumbar resmi dimulai.

Peletakan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah di Kabupaten Tanahdatar, Kamis (12/9/2024).

Rumah relokasi terpadu itu dibangun di atas tanah seluas 3,8 hektare (ha), tepatnya di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan.

Lokasi tersebut merupakan aset Pemprov Sumbar yang dihibah kepada Pemkab Tanahdatar. Diperkirakan, di lahan tersebut cukup untuk membangun sekitar 150 unit rumah.

Gubernur Mahyeldi menyebut, untuk tahap pertama, pemerintah melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera 3 Kementerian PUPR akan membangun rumah relokasi sebanyak 60 unit. Peruntukannya untuk korban bencana di daerah Kabupaten Tanahd.

"Kedepan, secara bertahap akan dilanjutkan untuk daerah terdampak lainnya," ungkap Mahyeldi.

Lebih jauh Mahyeldi mengatakan, pembangunan tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 134 hari atau lebih kurang empat bulan.

Mahyeldi berharap, proses pembangunan dapat rampung lebih cepat dari target yang telah ditetapkan, karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

"Targetnya, ini akan selesai dalam waktu empat bulan. Tapi kalau bisa lebih cepat itu lebih baik, kasihan masyarakat kita," ucap Mahyeldi.

Diketahui, total luas lahan di kawasan Balai Benih Induk (BBI) Ladang Lawas Rambatan yang menjadi lokasi pembangunan rumah relokasi terpadu sekitar 20 ha, sumber airnya juga lancar.

Sehingga cocok untuk dimanfaatkan masyarakat penerima manfaat rumah relokasi sebagai area cocok tanam penunjang ekonomi keluarga.

"Saya berharap, mereka yang tinggal disini nantinya bisa bekerjasama dengan dinas terkait dalam rangka penyiapan benih dan berbudi daya ikan di lahan yang luasnya 20 ha ini, khususnya bagi tanaman padi dan jagung," harap Mahyeldi.

Mahyeldi kemudian mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia untuk direlokasi ke lokasi tersebutnext

Komentar