Atasi Obesitas Anak SD, Dokter Muda IKM-KK Unand Gelar Program GEMBIRA

Metro- 03-10-2024 10:36
Dokter muda IKM-KK FK Unand Puskesmas Nanggalo Padang lakukan aksi program GEMBIRA bagi anak SD di Kecamatan Nanggalo, beberapa hari lalu. (dok : istimewa)
Dokter muda IKM-KK FK Unand Puskesmas Nanggalo Padang lakukan aksi program GEMBIRA bagi anak SD di Kecamatan Nanggalo, beberapa hari lalu. (dok : istimewa)

Padang, Arunala.com - Baru-baru ini sejumlah dokter muda IKM-KK FK Universitas Andalas (Unand) lakukan kerja sama Puskesmas Nanggalo Padang.

Dibawah bimbingan dr. Husna Yetti, Ph.D, kerja sama dokter muda ini untuk menangani masalah kesehatan anak usia sekolah, khususnya terkait gizi lebih dan obesitas.

"Kegiatan penanganan kesehatan ini kami lakukan bersama pihak Puskesmas Nanggalo pada Sabtu (28/9/2024) lalu melalui program kesehatan bertajuk GEMBIRA (Gerakan Makan Bergizi dan Rajin Olahraga)," Aurelia Agantha, salah satu dokter muda yang ikut dalam kegiatan itu.

Program ini, sebutnya, merupakan bagian dari upaya pengendalian gizi lebih dan obesitas yang terus meningkat, terutama pada sekolah dasar di wilayah Nanggalo.

"Melalui pendekatan Plan-Do-Check-Action (PDCA), program GEMBIRA diharapkan menjadi solusi konkret dalam menghadapi masalah gizi lebih dan obesitas yang masih tinggi di kalangan anak sekolah," jelas Aurelia.

Dia menyebut, data terbaru yang didapatnya menunjukkan prevalensi anak-anak dengan gizi lebih dan obesitas di wilayah Nanggalo mencapai 11,41 persen dan 8,12 persen, melebihi target nasional yang diharapkan.

Oleh karena itu, program ini akan fokus pada edukasi gizi, aktivitas fisik, dan perubahan pola makan sehat.

Aurelia menambahkan, program ini dilakukan di SD Negeri 05 Surau Gadang, dikarenakan prevalensi tertinggi angka gizi lebih dan obesitas yang tinggi dibandingkan SD lain pada wilayah kerja Puskesmas Nanggalo.

"Salah satu inovasi yang diusung dalam program ini adalah pemanfaatan media interaktif sebagai alat edukasi seperti penyebaran leaflet GEMBIRA serta pemberian materi interaktif yang menarik bagi siswa dan orang tua," ungkapnya.

Dilanjutkan Aurelia, apa yang dilakukan saat itu guna meningkatkan pemahaman tentang bahaya gizi lebih bagi anak di masa yang akan datang.

Selain itu, dilakukan juga tes kebugaran jasmani untuk menilai tingkat kebugaran jasmani dari anak-anak dengan gizi berlebih dan obesitasnext

Komentar