Tiga WNI Asal Sumbar Berhasil Dievakuasi dari Lebanon

Nasional- 08-10-2024 20:44
Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy. (dok : istimewa)
Plt Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy. (dok : istimewa)

Jakarta, Arunala.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy memastikan tiga WNI asal Sumbar berhasil dievakuasi pemerintah pusat melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dari Lebanon.

Dikatakan Audy, dalam waktu dekat Pemprov Sumbar akan memfasilitasi kepulangan ketiganya ke daerah asal mereka di Kabupaten Agam.

Tiga warga Sumbar ini termasuk dalam rombongan 40 orang WNI yang dievakuasi pemerintah pada Senin (7/10/2024) kemarin," ungkap Audy di Jakarta, Selasa (8/10/2024).

Dalam waktu dekat, lanjut Audy, mereka akan segera dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupaten Agam.

Audy menerangkan, berkat koordinasi intensif Pemprov Sumbar dengan pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, proses serah terima ketiganya berhasil dituntaskan dalam waktu singkat.

"Jelang dipulangkan ke daerah asal, sembari menunggu proses administrasi lainnya, ketiga warga asal Sumbar tersebut diinapkan Pemprov Sumbar di Hotel Balairung, Jakarta," ujar Audy

Kebijakan itu diambil, lanjutnya, mengingat ketiganya merupakan satu keluarga yang terdiri dari satu ibu dan dua anak yang masih balita.

Diketahui, mereka berasal dari Tampuak Cubadak, Jorong Koto Gadang, Kelurahan Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam.

"Alhamdulillah, saat ini ketiganya dalam keadaan sehat. Mengingat ada kelengkapan administrasi yang masih berproses, kita inapkan mereka dulu di Balairung agar bisa beristirahat dengan nyaman," terang Audy lagi.

Diketahui, berdasarkan data Kemlu, sejak diputuskanya status darurat oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) pada 4 Agustus 2024 lalu.

Hingga saat ini, sudah 65 orang WNI yang dievakuasi dari Lebanon. Kendati demikian, masih terdapat 116 orang WNI lainnya yang masih tinggal di Lebanon.

Terkait apakah ada warga asal Sumbar lainnya yang saat ini masih berada di Lebanon, Audy mengaku, belum mengetahui secara pasti karena masih menunggu informasi lanjutan dari Kementerian Luar Negeri. (*)

Komentar