Latgab Momentum Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sumbar

Metro- 02-11-2024 10:48
Plt Gubernur Audy Joinaldy saat menyambut Kepala Basarnas Marsma TNI Kusworo di Padang, Kamis (31/102024). (dok : istimewa)
Plt Gubernur Audy Joinaldy saat menyambut Kepala Basarnas Marsma TNI Kusworo di Padang, Kamis (31/102024). (dok : istimewa)

Padang, Arunala.com - Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya (Marsma) TNI Kusworo resmi membuka Simulasi Latihan Gabungan (Latgab) Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Megathrust di Sumbar, yang dipusatkan di Lapangan Galanggang, Kota Padang, Kamis (31/10/2024).

Melalui Latgab ini, diharapkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana semakin terasah.

Marsma TNI Kusworo menyampaikan, latgab kali ini bukan sekadar upaya antisipasi terhadap dampak dari potensi megathrust secara teoritis, tetapi juga menjadi simulasi langsung untuk menghadapi bencana yang berpotensi nyata di wilayah Sumbar.

Artinya, latgab ini bertujuan untuk mengasah kewaspadaan dan kesiapsiagaan peserta, yang nanti akan menyebarkan semangat yang sama di tengah masyarakat.

"Latihan gabungan ini mencakup simulasi yanh digelar di beberapa titik rawan di Indonesia. Tidak hanya di Sumbar atau Kota Padang saja. Basarnas telah mengadakan latihan serupa di daerah rawan lain seperti Aceh, Yogyakarta, Selat Sunda yang meliputi Anyer, Carita, hingga Tanjung Lesung, serta wilayah timur hingga Selat Bali dan Sorong di Papua," ujarnya.

Di Indonesia, sambungnya, kawasan yang berada di pertemuan lempeng besar seperti Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik memang memiliki risiko bencana tinggi.

Khususnya di Sumbar, kehadiran banyak gunung berapi aktif menjadikannya salah satu wilayah paling rentan terhadap gempa bumi dan tsunami.

Selain itu, kondisi cuaca yang saat ini diperkirakan oleh BMKG turut meningkatkan risiko bencana. Seperti pada musim, Sumbar diperkirakan akan mengalami periode hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat.

Ini memperbesar peluang terjadinya bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor, terutama di area rawan bencana.

"Maka, kesiapsiagaan perlu terus ditingkatkan. Kegiatan ini sangat penting untuk memperkuat upaya pencegahan, mitigasi, dan kesiapsiagaan SAR di wilayah-wilayah yang rawan bencana itu," tambah Kusworonext

Komentar