Kemenparekraf Selenggarakan CHSE di Enam Kota

Wisata-67 hit 11-10-2021 18:50
Kegiatan sosialisasa CHSE yang diselenggerakan Kemenparekraf di enam kota di Indonesia saat ini. (Dok : Istimewa)
Kegiatan sosialisasa CHSE yang diselenggerakan Kemenparekraf di enam kota di Indonesia saat ini. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mensosialisasikan kampanye Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE) untuk penyelenggaraan acara, yang menargetkan enam kota di Indonesia dengan ekosistem industri iven yang berkembang.

Kampanye tersebut bertujuan untuk membangkitkan semangat pelaku iven di Indonesia untuk tetap berkreasi di tengah pandemi.

Diselenggarakan di Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Lombok, sosialisasi CHSE ini diselenggarakan dalam tiga fase, yang dimulai pada bulan Agustus hingga November 2021.

Baca Juga

Menargetkan audiens yang luas dari berbagai kalangan, Kemenparekraf berkolaborasi dengan media konvensional maupun digital lokal, mulai dari stasiun televisi, berita online, radio, dan podcast, di setiap kota di Indonesia untuk mempromosikan program CHSE di wilayahnya masing-masing.

Diharapkan melalui inisiatif ini, industri pariwisata khususnya destinasi iven dan ekonomi kreatif tetap berinovasi dan berkarya.

"Kami perlu membangun kembali kepercayaan masyarakat dalam menumbuhkan semangat destinasi iven, pekerja kreatif, maupun ekosistem lainnya, salah satunya melalui konten yang relevan, yang dapat menghidupkan kembali geliat pelaku iven yang terdampak pandemi. Karena itu, peran media lokal sangat penting untuk membantu kami mensosialisasikan informasi tentang CHSE iven." ujar Deputi Bidang Produk Wisata dan Iven, Kemenparekraf, Rizki Handayani, melalui email yang dikirim ke redaksi diterima Arunala.com , Senin (11/10).

Sosialisasi dengan Semangat Kolaborasi Inisiatif sosialisasi CHSE event ini juga menggaet para pekerja kreatif untuk mensosialisasikan CHSE ke dalam bahasa daerah agar mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Sebagai contoh, lewat kolaborasi dengan stasiun televisi lokal Jawa Timur, JTV, para pekerja kreatif di Jawa Timur mengajak penduduk setempat untuk memahami CHSE melalui sebuah acara ketoprak humor.

Berbagai daerah lain di Indonesia juga melakukan sosialiasi CHSE dengan sentuhan kearifan lokal di wilayahnya masing-masing.

Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan konten kreator digital audio atau podcast seperti PODOAE. Lewat pendekatan yang kreatif dan menargetkan pendengar radio digital, mereka menyiarkan sandiwara radio digital dengan format podcast yang dapat dinikmati oleh para pendengar Spotify.

Sosialisasi CHSE tidak hanya berfokus untuk mempersiapkan destinasi iven dan pelaku event dalam memahami protokol kesehatan dan perizinan pelaksanaan kegiatan.

Sosialisasi ini juga menargetkan industri kreatif lokal untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan acara seni dan budaya, dengan terus mematuhi protokol kesehatan.

"Pemerintah terus melakukan upaya mitigasi semaksimal mungkin untuk menghidupkan kembali perekonomian di masa pandemi. Termasuk di dalamnya penerapan strategi 'Inovasi, Adaptasi, dan Kolaborasi' dengan menerapkan tatanan kenormalan baru sehingga penyelenggaraan acara dapat berjalan dengan nyaman dan aman," tambah Rizki.

Melibatkan berbagai media lokal di seluruh daerah di Indonesia, Kemenparekraf akan terus meningkatkan kampanye CHSE kepada masyarakat melalui acara-acara yang menarik dan bermanfaat, seperti talk show dan konten kreatif lainnya, sehingga masyarakat dapat tersosialisasi dengan baik tentang pentingnya mematuhi standar kesehatan di tatanan kenormalan baru.

Talk show pertama akan diadakan dalam format hybrid di Medan, Selasa, 12 Oktober 2021, yang menargetkan jumlah peserta terbatas.

"Bagi masyarakat umum dapat mengakses acara secara online melalui YouTube Kemenparekraf, televisi lokal maupun nasional," kata Rizki Handayani.

Komentar