Padang, Arunala.com - Ketua Komisi IV DPRD Kota Padang, Iskandar menjelaskan ada 1.229 siswa sekolah di Kota Padang terdampak langsung banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu di kota itu.
Penegasan Iskandar ini berhubungan dengan upaya pemerintah memperbaiki bidang pendidikan terhadap daerah terdampak bencana banjir.
"Itu pemerintah sudah intens mengurus bagi sekolah yang belum bisa digunakan karena terdampak banjir, maka siswanya ditumpangkan pada sekolah lain, dan ini sudah dilakukan Dinas Pendidikan Kota Padang," ungkap Iskandar saat dihubungi Arunala.com, Senin (12/1/2026).
Upaya ini dilakukan, sebutnya, agar proses belajar mengajar para siswa itu tidak terganggu, dan bisa merugikan para siswa.
Ia menambahkan, ada beberapa kebutuhan yang diupayakan pemerintah untuk soal ini, disamping memberikan paket untuk sekolah juga ada bantuan sepatu dan kaus kaki untuk pribadi siswa.
"Sedangkan untuk bangunan sekolah yang rusak akibat banjir, sudah ditangani pemerintah daerah dan pusat melalui badan kebencanaan, karena kini sudah masuk tahap rehab rekon," ujar Iskandar.
Saat ditanya, apakah banyak mobiler sekolah di Kota Padang rusak akibat bencana banjir beberapa waktu lalu?
Iskandar menjawab, untuk hal demikian cukup banyak sekolah yang mengalami kerusakan baik bangunan maupun mobiler.
"Bangunan sekolah yang terparah terdampak banjir ada di empat kecamatan yakni Pauh terlebih yang ada di Batu Busuak karena ada satu bangunan SMP yang rusak berat," ujarnya.
Kemudian kawasan parah lainnya terdampak banjir ada di Lubuk Minturun Kecamatan Kota Tangah, Banda Gadang Kecamatan Nanggalo dan Guo Pasa Lalang, Kecamatan Kuranji.
Ditanya lagi, kapan seharusnya pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak terdampak banjir itu dilaksanakan? Ia menjawab, pembangunan itu harus segera dilaksanakan.
"Pasalnya, saat ini sudah masuk tahap rehab rekon. Apalagi itu menyangkut pendidikan dan merupakan kebutuhan dasar masyarakat," kata Iskandar. (tqa)


Komentar