.
Tak hanya menyasar sektor produktif, Bank Nagari juga menunjukkan peran sosialnya pada pembiayaan hunian bagi masyarakat kelas bawah melalui program KPR FLPP. Bank telah menyalurkan pinjaman sebesar Rp85,77 miliar untuk 548 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah guna mendapatkan hunian pertama yang layak. "Komitmen ini dipastikan akan terus berlanjut, di mana Bank Nagari siap menjadi bank pelaksana dalam mendukung program Asta Cita pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat," tuturnya.
Ia menekankan transformasi ekonomi Sumbar ini kian diperkuat melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi dan DPRD Sumbar melalui program Kredit SIMAMAK (Solusi Mengatasi Masalah Keuangan). Dengan dukungan subsidi bunga dari APBD senilai Rp1,125 miliar yang terserap hingga 99,95 persen, program ini telah menyalurkan plafon sebesar Rp10,774 miliar kepada 128 debitur.
"Dampak nyatanya tidak sekadar angka statistik, melainkan terciptanya lapangan kerja baru bagi 229 orang, sebuah langkah strategis dalam menyediakan pendanaan murah sekaligus menekan angka pengangguran di tengah tantangan ekonomi saat ini," ungkap Gusti Candra.
Melalui berbagai inisiatif strategis ini, tegasnya, Bank Nagari tidak hanya sekadar menjalankan fungsi intermediasi perbankan, tetapi juga berperan sebagai katalisator pemulihan ekonomi di Sumatera Barat. "Fokus ke depan adalah memastikan setiap rupiah yang disalurkan mampu memberikan dampak domino yang luas, mulai dari penguatan daya beli hingga penciptaan lapangan kerja secara berkelanjutan, demi mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat Minang yang lebih tangguh," tukasnya. (*)


Komentar