.
"Pemimpin yang tidak punya visi membiarkan perusahaannya ambruk," tegas Kepala BP BUMN ini.
Ia menguraikan soal Danantara. Ini ide yang sudah dipikirkan berpuluh-puluh tahun tanpa eksekusi.
Konsepnya super holding, di dalamnya DAM mengelola aset dan DIM mengurus investasi. Begitu semua BUMN disatukan dibawah Danantara, ditemukan banyak BUMN yang punya kesamaan core bisnis tapi kecil-kecil dan rugi.
Sebenarnya BUMN itu labanya besar sekali. BUMN secara normalisasi sejatinya menyentuh angka Rp332 triliun pada 2025.
Namun, usai melakukan penyesuaian penurunan nilai aset atau impairment sekitar Rp55 triliun, laba bersih BUMN turun ke kisaran Rp280 triliun hingga Rp285 triliun.
Sejumlah corporate action sudah dilakukan Danantara misal untuk Garuda Indonesia dan Krakatau Steel.
"Contoh lain, proyek hilirisasi di 13 lokasi resmi groundbreaking Danantara Indonesia secara serentak diresmikan dengan total investasi mencapai US$7 miliar," pungkas Dony Oskaria. (*/cpt)


Komentar