RSUP Dr. M. Djamil Masih Simpan Jenazah Pria Tanpa Identitas

Metro- 26-03-2026 10:21
Satu jenazah laki-laki tanpa identitas (Mr X) masih terbujur kaku di Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah. IST
Satu jenazah laki-laki tanpa identitas (Mr X) masih terbujur kaku di Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah. IST

Padang, Arunala.com--RSUP Dr. M. Djamil hingga kini masih menyimpan satu jenazah laki-laki tanpa identitas (Mr X) di Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah. Jenazah diduga korban kecelakaan di kawasan Lubukbuaya tersebut telah memasuki hari ke-11 berada di ruang penyimpanan setelah sebelumnya dipulasarakan oleh petugas forensik rumah sakit. Meski berbagai upaya penelusuran telah dilakukan bersama pihak kepolisian, hingga saat ini belum ada keluarga maupun pihak yang mengenali dan menjemput jenazah tersebut agar dapat segera dimakamkan.

"Jenazah masuk tanggal 14 Maret lalu sekitar pukul 22.00. Saat itu petugas puskesmas Lubukbuaya membawa korban ke sini dalam kondisi tanpa identitas apa pun yang bisa mengarah pada keluarganya," kata Kepala Instalasi Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP Dr. M. Djamil, Rahdiyul Ermanto.

Rahdiyul menambahkan sejak jenazah tiba, pihak rumah sakit langsung melakukan prosedur pemulasaraan dan pencatatan ciri-ciri fisik untuk membantu proses identifikasi. "Kami melakukan pemulasaraan sesuai standar, mengambil data ciri-ciri fisik, mendokumentasikan barang bawaan, dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk pelacakan lebih lanjut. Namun hingga kini belum ada perkembangan berarti," jelasnya.

Ciri-ciri jenazah antara lain berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia 40 hingga 50 tahun, kulit sawo matang, rambut hitam tebal dan lurus, kumis tebal, jenggot tipis, serta hidung lurus berukuran sedang. Saat ditemukan, korban mengenakan baju kaus lengan pendek berwarna abu-abu dan celana panjang katun berwarna hitam.

"Selain itu, beberapa barang turut ditemukan bersamanya, di antaranya voucher Telkomsel merah putih, sapu tangan bermotif kotak biru putih, kain sarung berwarna cokelat, sisir rambut putih, korek api berwarna hijau, dan selembar tisu," ungkap Rahdiyul.

Rahdiyul menegaskan pihaknya terus berupaya agar jenazah dapat segera ditemukan keluarganya. "Kami di instalasi forensik selalu berupaya maksimal. Setiap jenazah yang datang ke sini, apalagi yang tidak diketahui identitasnya, menjadi perhatian kami. Kami berharap ada pihak keluarga atau masyarakat yang mengenali ciri-ciri ini. Kami siap memberikan akses melihat jenazah bila diperlukan untuk memastikan identitas," ujarnyanext

Komentar