RSUP Dr. M. Djamil Jalani Site Visit AIIB, Bappenas, dan Kemenkes untuk Percepatan Proyek TRUST

Metro- 13-04-2026 17:41
Foto bersama saat site visit tim Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan AIIB di RSUP Dr. M. Djamil. IST
Foto bersama saat site visit tim Bappenas, Kementerian Kesehatan, dan AIIB di RSUP Dr. M. Djamil. IST

.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menegaskan pemerintah provinsi memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini. "Kerja sama dengan AIIB bukan sekadar investasi finansial, melainkan investasi masa depan untuk memastikan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, tidak perlu lagi berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan berkualitas," ujarnya.

Ia juga berharap kerja sama ini tidak hanya terbatas pada RSUP Dr. M. Djamil, tetapi dapat diperluas ke fasilitas kesehatan lain di Sumatera Barat. "Mari kita buktikan kita siap melangkah ke tahap appraisal serta negosiasi lebih lanjut guna mewujudkan pembangunan fisik yang telah kita cita-citakan bersama demi masyarakat Sumatera Barat," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menegaskan komitmen penuh rumah sakit dalam menyukseskan proyek TRUST sebagai bagian dari transformasi layanan dan pendidikan kesehatan.

"Kami tidak hanya mempersiapkan pembangunan fisik, tetapi juga melakukan penguatan menyeluruh dari sisi manajemen, sumber daya manusia, hingga tata kelola layanan. Proyek ini menjadi momentum penting bagi RSUP Dr. M. Djamil untuk bertransformasi menjadi rumah sakit pendidikan berstandar internasional," tegasnya.

Dalam pemaparannya, Dirut menjelaskan bahwa pada tahap awal, pengembangan akan difokuskan pada pembangunan Central Medical Unit (CMU) setinggi delapan lantai yang akan menjadi pusat layanan utama rumah sakit. "CMU ini dirancang sebagai jantung pelayanan rumah sakit ke depan. Di dalamnya akan terintegrasi berbagai layanan penting dalam satu sistem yang lebih efisien dan modern, sehingga pelayanan menjadi lebih cepat, tepat, dan terkoordinasi," paparnya.

Ia menambahkan salah satu keunggulan utama CMU adalah keberadaan Instalasi Gawat Darurat (IGD) terpadu. "IGD terpadu ini akan mampu menangani berbagai kasus kritis dengan respons yang lebih cepat dan sistem yang terintegrasi. Selain itu, kami juga merencanakan pembangunan 30 kamar operasi modern yang dilengkapi teknologi terkini untuk meningkatkan kapasitas layanan tindakan medis secara signifikan," jelasnya.

Tidak hanya itu, fasilitas perawatan intensif juga menjadi perhatian utama. "Kami akan memperkuat layanan ICU, NICU, dan PICU, mengingat kebutuhan terhadap layanan intensif terus meningkat, terutama bagi pasien dengan kondisi kritis, termasuk bayi dan anak. Dengan fasilitas ini, kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik sesuai standar medis," ujarnyanext

Komentar