Bank Nagari Raih Dua Penghargaan di Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026

Ekonomi- 31-05-2026 16:02
Direktur Keuangan PT Bank Nagari, Roni Edrian saat menerima dua penghargaan Infobank-Isentia Digital Brand Award 2025 di Jakarta, Jumat (22/5/2026). IST
Direktur Keuangan PT Bank Nagari, Roni Edrian saat menerima dua penghargaan Infobank-Isentia Digital Brand Award 2025 di Jakarta, Jumat (22/5/2026). IST

.

"Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat inovasi digital Bank Nagari. Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh nasabah dan stakeholder atas kepercayaan yang diberikan kepada Bank Nagari," ujarnya.

Roni menegaskan penghargaan yang diraih tidak terlepas dari dukungan para nasabah, mitra kerja, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan yang selama ini memberikan kepercayaan kepada Bank Nagari. Kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi perusahaan untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang semakin mengedepankan layanan berbasis digital.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan Bank Nagari bukan semata-mata berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga diarahkan untuk memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi masyarakat. Melalui berbagai inovasi yang dikembangkan, Bank Nagari berupaya menghadirkan layanan yang mudah diakses, cepat, aman, serta mampu menjawab kebutuhan nasabah yang terus berkembang.

"Transformasi digital bukan hanya tentang teknologi, tetapi bagaimana kami mampu menghadirkan layanan yang mudah, cepat, aman, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa upaya tersebut diapresiasi oleh publik," tambahnya.

Ajang Infobank-Isentia Digital Brand Awards 2026 sendiri menjadi salah satu penghargaan paling prestisius di sektor jasa keuangan dan korporasi nasional. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai institusi dari beragam sektor, mulai dari perbankan, asuransi, perusahaan pembiayaan (multifinance), fintech, hingga badan usaha milik negara (BUMN) dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Dalam proses penilaiannya, penyelenggara menggunakan metodologi berbasis analisis digital yang memanfaatkan sistem pemrosesan multi bahasa dengan dukungan teknologi AI. Sistem tersebut mampu memantau dan menganalisis jutaan percakapan publik di ruang digital, termasuk media online, media sosial, forum diskusi, dan berbagai kanal komunikasi digital lainnya.

Analisis dilakukan terhadap sejumlah indikator penting, seperti tingkat reputasi perusahaan, tren percakapan publik, persepsi masyarakat terhadap produk dan layanan, sentimen positif maupun negatif yang berkembang, hingga kekuatan branding digital yang berhasil dibangun oleh masing-masing institusi. Hasil analisis inilah yang kemudian menjadi dasar penentuan para penerima penghargaannext

Komentar