Padang, Arunala.com - Sekretaris Provinsi (Sekprov Sumbar) Arry Yuswandi mengingatkan semau OPD yang ada di Pemprov Sumbar komit terhadap keterbukaan informasi publik (KIP).
Penegasan itu dilontarkan Arry saat melauching eMonev KIP 2026 yang diadakan Komisi Informasi (KI) Sumbar di Padang, Kamis (4/6/2026).
Pada monev kali ini, Arry juga menargetkan lebih banyak OPD dilingkup Pemprov Sumbar meraih predikat Informatif tahun ini di banding tahun kemarin.
"Dari total 52 OPD di lingkungan Pemprov Sumbar, sedikitnya 26 OPD ditargetkan meraih predikat informatif tahun ini," katanya.
Tahun kemarin, terangnya, hanya 15 OPD yang informatif, tahun ini bisa 26 OPD yang informatif dari 52 OPD pemprov yang ada.
Alasan dirinya memasang target ini, karena Sumbar menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memiliki Perda tentang KIP, yakni Perda Nomor 3 Tahun 2022.
"Karena itu, seluruh badan publik diminta menjadikan Monev sebagai sarana evaluasi dan perbaikan layanan informasi, bukan hanya ajang penilaian," ingatnya.
Arry kembali menegaskan, untuk keterbukaan informasi ini, Pemprov Sumbar sangat komit memperkuat transparansi pemerintahan.
Bentuk komitmen itu, Pemprov Sumbar menyediakan Dashboard Pembangunan sebagai bentuk keterbukaan pemerintah daerah.
"Dashboard ini, memungkinkan masyarakat memantau berbagai program dan penggunaan anggaran pemerintah daerah secara terbuka," tukasnya.
Sejalan dengan itu, dirinya menekankan keterbukaan informasi tidak lagi sekadar kewajiban administratif
"Keterbukaan informasi itu kebutuhan mendasar untuk membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah," tegas Arry.
Di sisi lain, ia juga meminta seluruh pemkab dan pemko serta badan publik peserta Monev untuk mengikuti seluruh tahapan penilaian secara serius.
Ia juga mengajak kepala daerah memberikan dukungan penuh kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di masing-masing instansi.
"Keterbukaan informasi harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar pemenuhan administrasi," pungkasnya. (cpt)


Komentar