Muncul Dua Titik Api Baru di Lahan TPA Jatiwaringin, BNPB Kerahkan Dua Helikopter Water Bombing

Metro- 02-07-2026 10:15
Helikopter water bombing yang dikerahkan BNPB lakukan pemadaman lokasi yang masih terbakar di TPA Jatiwaringin, kemarin. IST
Helikopter water bombing yang dikerahkan BNPB lakukan pemadaman lokasi yang masih terbakar di TPA Jatiwaringin, kemarin. IST

Tangerang, Arunala.com - Hingga hari ketiga (Kamis, 2/7/2026), kebakaran yang terjadi di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Tangerang, Banten, masih berlanjut.

Bahkan pada Rabu sore (1/7/2026), kobaran api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, bahkan petugas mendeteksi munculnya dua titik api baru di sisi utara kawasan TPA.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran TPA Jatiwaringin.

Ini diperkuat melalui Keputusan Bupati Tangerang Nomor 609 Tahun 2026.

Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, mulai 1 hingga 14 Juli 2026, guna mempercepat penanganan kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan, kebakaran yang pertama kali terjadi pada Selasa (30/6/2026) sekitar pukul 12.30 WIB telah menghanguskan sekitar 7 hektare (ha) dari total luas TPA yang mencapai 33 ha.

"Asap pekat yang terus membumbung dari lokasi kebakaran mulai mengganggu aktivitas warga di sekitar kawasan TPA. Sebanyak 50 jiwa terpaksa mengungsi ke Balai Desa Tanjakan Mekar untuk menghindari paparan asap," sebut dia.

Pemkab Tangerang, sebutnya, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi tetap terpenuhi. BPBD Kabupaten Tangerang telah menyalurkan 46 kasur serta menyiagakan tim kesehatan yang memberikan pelayanan selama 24 jam bagi masyarakat terdampak.

Dalam upaya mempercepat pemadaman,lanjutnya BNPB bersama pemerintah daerah mengerahkan operasi gabungan melalui jalur darat dan udara.

Di darat, puluhan personel gabungan dari BPBD Kabupaten Tangerang, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta instansi terkait terus berjibaku memadamkan api menggunakan armada pemadam kebakaran pada titik-titik yang masih dapat dijangkau kendaraan.

"Sementara itu, untuk menjangkau titik api yang berada di area tumpukan sampah dengan elevasi tinggi, BNPB kerahkan dua unit helikopter water bombing.

"Satu helikopter telah laksanakan satu sorti penyiraman pada Rabu (1/7/2026) sore, sedangkan satu unit lainnya telah selesai dimobilisasi dan siap beroperasi," jelas Abdul Muharinext

Komentar