Padang Fashion Summit 2026 Dimulai Besok, Desainer Australia dan Malaysia Siap Unjuk Karya

Metro- 08-08-2026 06:58
Padang Fashion Summit (PFS) 2026 mulai digelar besok, Minggu (9/8/2026), hingga Senin (10/8/2026) di The ZHM Premier Hotel Padang. IST
Padang Fashion Summit (PFS) 2026 mulai digelar besok, Minggu (9/8/2026), hingga Senin (10/8/2026) di The ZHM Premier Hotel Padang. IST

.

Kehadiran desainer internasional tersebut bukan tanpa alasan. Mereka telah tiba di Kota Padang dan mulai mengenal langsung suasana kota serta budaya Minangkabau sebelum tampil di panggung fesyen. "Desainer dari Australia dan Malaysia sudah berdatangan ke Kota Padang. Mereka juga sudah menikmati keindahan kota ini," ujar Staf Ahli Dekranasda Kota Padang, Fomalhaut Zamel.

Para desainer tersebut juga turut mengikuti Padang Makan Bajamba yang digelar di Youth Center, Jumat (7/8/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman budaya yang memperkenalkan tradisi Minangkabau secara langsung kepada para tamu dari luar negeri.

Menurut Fomalhaut, keterlibatan desainer internasional dalam kegiatan budaya menjadi bagian penting dari konsep PFS 2026. "Mereka tidak hanya datang untuk membawa karya fesyen, tetapi juga diharapkan mengenal lebih dekat budaya yang menjadi sumber inspirasi dari banyak karya fesyen Minangkabau," tutur Fomal.

PFS 2026 tahun ini mengusung tema "Manaruko Rupo: From Minangkabau Heritage to Global Elegance". Tema tersebut membawa semangat untuk membuka jalan baru bagi industri mode berbasis budaya Minangkabau agar mampu berkembang dan memiliki jangkauan lebih luas.

Manaruko dalam bahasa Minangkabau berarti merintis atau membuka jalan baru, sementara rupo berarti bentuk atau wujud. Filosofi tersebut menggambarkan bagaimana tradisi tidak harus berhenti pada bentuk lama, tetapi dapat terus dikembangkan menjadi karya baru tanpa kehilangan identitas.

Pesan "Menggali warisan, menemukan rupa baru, menghadirkan elegansi dunia" menjadi penguat tema PFS 2026. Para desainer didorong mengeksplorasi kekayaan wastra, songket, sulaman, tenun dan berbagai kriya Minangkabau menjadi karya fesyen yang lebih modern.

Fomalhaut mengatakan PFS tidak boleh berhenti sebagai sebuah pertunjukan fesyen. Ajang tersebut harus menjadi ruang bersama untuk membangun ekosistem industri kreatif yang melibatkan banyak pihak.

"Padang Fashion Summit merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan desainer, perajin, pelaku usaha kreatif, akademisi hingga pemerintah dalam satu visi besar, yaitu menjadikan warisan budaya Minangkabau sebagai sumber inspirasi yang mampu diterima pasar internasional. Budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat," ujarnyanext

Komentar