Padang, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah meminta keluarga, sekolah, masyarakat, dan media memperkuat peran masing-masing dalam melindungi anak dari paparan kekerasan ekstremisme.
Keempat lingkungan tersebut dinilai memiliki posisi penting, baik dalam mencegah anak terpapar perilaku kekerasan maupun memastikan anak yang terdampak memperoleh pendampingan dan pemulihan.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema Membangun Mekanisme Pemulihan dan Resiliensi Anak Korban Jaringan Kekerasan Ekstremisme di Sumbar Tahun 2026, di Hotel Santika Padang, Rabu (16/9/2026).
"Ini tugas kita bersama. Bagaimana menghadirkan keluarga yang kondusif, dunia pendidikan yang mampu menumbuhkan potensi anak, masyarakat yang mendukung, serta media yang tidak memberikan ruang bagi hal-hal yang merusak," kata Mahyeldi.
Menurut Mahyeldi, keluarga dan dunia pendidikan merupakan lingkungan utama yang sangat menentukan perkembangan anak. Karena itu, ketika ditemukan kecenderungan perilaku negatif, anak harus diarahkan kembali kepada lingkungan dan aktivitas yang positif, dengan pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Penanganan ini harus kita lakukan, terutama berkaitan dengan pendidikan, keluarga, media sosial, dan lingkungan masyarakat," ujarnya.
Mahyeldi mengungkapkan, berdasarkan hasil screening yang dilakukan di sejumlah sekolah tingkat SLTA di Sumbar, sekitar 21 persen responden pernah melakukan perilaku kekerasan.
Data tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama agar potensi perilaku kekerasan dapat ditangani sejak dini dan tidak berkembang menjadi tindakan yang membahayakan anak maupun lingkungan.
Ia juga menekankan pentingnya kesamaan pemahaman dan pola penanganan antarpemangku kepentingan.
Menurutnya, itunyang mendasari diselenggaraakannya FGD ini, yakni mempertemukan Pemprov Sumbar, Polda Sumbar, Densus 88 Antiteror Polri, Yayasan Prasasti Perdamaian (YPP), serta perangkat daerah provinsi dan kabupaten/kotanext


Komentar