Truk CPO Rebah Kuda Tutup Jalan Padang--Painan, Polisi Terapkan Sistem Buka-Tutup

Metro- 05-10-2026 18:56
Satu unit truk tangka CPO rebah kuda di Singuntur Mudo, Pesisir Selatan, Senin pagi (5/10/2026). Akibat kejadian ini akses jalan Padang-Painan terganggu. IST
Satu unit truk tangka CPO rebah kuda di Singuntur Mudo, Pesisir Selatan, Senin pagi (5/10/2026). Akibat kejadian ini akses jalan Padang-Painan terganggu. IST

Padang, Arunala.com- Arus lalu lintas di jalur utama Padang--Painan, tepatnya di kawasan Singuntur Mudo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, terganggu setelah sebuah truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) mengalami kecelakaan, Senin (5/10/2026) siang.

Truk tangki tersebut terguling dalam posisi rebah kuda hingga melintang di badan jalan. Akibatnya, sebagian akses jalan tertutup dan kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas secara normal.

Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan mengular dari kedua arah. Pengendara yang melintas terpaksa memperlambat laju kendaraan karena harus melewati ruas jalan yang tersedia secara terbatas.

Untuk mengurai kepadatan, personel kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi. Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar Kombes Pol M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengatakan petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup.

Sistem tersebut diterapkan agar kendaraan dari arah Padang maupun Painan dapat melintas secara bergantian sembari menunggu proses evakuasi truk.

"Personel sudah berada di lokasi untuk melakukan pengaturan lalu lintas dan menerapkan sistem buka-tutup agar arus kendaraan tetap dapat bergerak," demikian disampaikan Dirlantas Polda Sumbar.

Selain mengganggu arus lalu lintas, proses evakuasi truk tangki juga harus dilakukan secara hati-hati. Petugas memastikan lokasi tetap aman, baik bagi pengguna jalan maupun personel yang terlibat dalam proses penanganan.

"Pengendara juga diminta mewaspadai kemungkinan adanya tumpahan CPO di sekitar lokasi. Tumpahan minyak dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor," jelas Kombes Pol Reza.

Ia mengimbau pengguna jalan yang melintas di kawasan Singuntur Mudo untuk mengurangi kecepatan, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pengendara juga diminta tidak menerobos barikade maupun mengambil jalur berlawanan saat petugas memberlakukan penutupan sementara. Kepatuhan terhadap rekayasa lalu lintas diperlukan agar proses evakuasi dapat berjalan aman dan tidak menimbulkan kecelakaan tambahannext

Komentar