.
Karena itu, persiapan MTQ tingkat Provinsi Sumbar pada tahun yang sama juga perlu direncanakan lebih awal agar peserta terbaik memiliki waktu yang cukup untuk menjalani pembinaan.
Ia juga mengingatkan dewan hakim dan juri agar menjaga integritas dalam menjalankan tugas. Penilaian harus dilakukan secara transparan dan objektif sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.
Sementara Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir berharap pelaksanaan MTQ tersebut berjalan lancar dan menjadi momentum memperkuat pembinaan keagamaan sekaligus mempersiapkan peserta terbaik untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Sumbar pada 2027.
Ketua Panitia MTQ Nasional ke-42 tingkat Kabupaten Sijunjung, Erik Sahdienof melaporkan bahwa kegiatan berlangsung pada 15--17 Oktober 2026, dengan Kecamatan Koto VII sebagai tuan rumah.
MTQ tersebut diikuti 251 peserta dari delapan kecamatan di Kabupaten Sijunjung. Perlombaan digelar di sejumlah lokasi dengan berbagai cabang, antara lain tilawah, tahfiz Al Quran,
Ada juga tartil, hafalan hadis, azan, khutbah Jumat, Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), dan karya tulis ilmiah Al Quran (KTIQ).
Erik menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperluas syiar Islam, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al Quran, serta menjadi sarana evaluasi dan pembinaan kafilah secara berjenjang untuk menghadapi MTQ tingkat Sumbar pada 2027. (*/dpg)


Komentar