Gelar Diskusi Publik, BEM dan HMI Unitas Padang Dorong Peran Mahasiswa sebagai Kontrol Sosial

Metro- 21-10-2026 15:48
Sekum Badko HMI Sumbar Aryanda Putra berikan paparannya kepada peserta dalam diskusi publik yang diadakan BEM dan HMI) Komisariat Unitas Padang, Rabu (21/10/2026). (dok: arunala.com)
Sekum Badko HMI Sumbar Aryanda Putra berikan paparannya kepada peserta dalam diskusi publik yang diadakan BEM dan HMI) Komisariat Unitas Padang, Rabu (21/10/2026). (dok: arunala.com)

.

Misalnya anggaran untuk pembangunan gedung sekolah, karena anggaranya dikorupsi untuk kepentingan pribadi, maka hal itu berdampak pada kualitas dari pembangunan gedung sekolah tersebut.

Nah, praktik semacam itu harus dapat perhatian semua pihak, tidak terkecuali para mahasiswa yang memiliki pola pikir kritis serta semangat kuat untuk mendesak praktik korupsi itu dapat diatasi.

Sementara Rektor Unitas, Prof. Dr. Irfan Suliansyah, MS menilai diskusi publik yang diadakan BEM dan HMI Komisariat Unitas Padang ini bagian penting dalam pelaksanaan Tridarma perguruan tinggi.

Menyinggung tema diskusi yang diangkat, menurut Irfan Suliansyah, hal itu mengingatkan semua pihak bahwa korupsi bukan hanya perkara hukum, tetapi juga menyangkut persoalan moral, integritas dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

"Korupsi dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat, menghambat pembangunan, memperlebar ketimpangan serta merampas hak masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang adil dan sejahtera," katanya.

Ia berharap diskusi publik ini tidak berhenti pada sebatas gagasan semata, tetapi mampu melahirkan kesadaran, komitmen dan tindakan nyata dalam melawan perilaku koruptif.

"Bagi mahasiswa, diskusi ini hendaknya dijadikan bahan untuk mempertajam daya kritis serta memperkuat peran mahasiswa dalam mengawal kekuasaan untuk membangun budaya anti korupsi," kata Irfan Suliansyah.

Sedangkan ketua pelaksana diskusi, Muhammad Nurrefanza mengatakan, diskusi publik yang diadakan ini merespons atas kondisi negara saat ini, terlebih soal praktik korupsi.

"Ada beberapa tujuan dari diskusi ini, diantaranya membangun kesadaran kritis terhadap pentinggnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara," ungkap Nurrefanza.

Adapun tujuan lain diskusi ini, lanjutnya, upaya mendorong peran aktif mahasiswa sebagai bagian sosial kontrol yang bertanggung jawab.

"Sementara tujuan terakhir, yakni memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya anti korupsi," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam diskusi publil ini, BEM dan HMI) Komisariat Unitas ini juga mengundang narasumber lainnya seperti Sekretaris Provinsi (Sekprov Sumbar), Arry Yuswandi, Samaratul Fuad (Praktisi Anti Korupsi), Direktur Eksekutif Forum Pemuda Sumbar Muhammad Djamil dan Pembina BEM Unitas Rahmat Hidayat. (cpt)

Komentar