Persempit Peredaran Narkoba di Sumbar, Gunernur Dorong Pemetaan Jalur Distribusi dan Penguatan Rehabilitasi

Metro- 23-10-2026 20:11
Gubernur Mahyeldi pimpin FGD Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur, Jumat (23/10/2026). IST
Gubernur Mahyeldi pimpin FGD Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur, Jumat (23/10/2026). IST

Padang, Arunala.com - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mendorong penguatan pengawasan peredaran narkotika hingga tingkat nagari, pemetaan jalur distribusi lintas daerah, serta peningkatan kapasitas rehabilitasi pengguna.

Langkah terpadu tersebut dinilai penting untuk mempersempit ruang gerak jaringan pengedar sekaligus mencegah penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.

Arahan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) Forkopimda tentang Peredaran Narkoba di Ruang Rapat Istana Gubernur, Jumat (23/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi bersama untuk menghadapi ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Sumbar.

Mahyeldi mengapresiasi berbagai masukan dari peserta FGD dan menekankan pentingnya memperkuat koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat.

"Langkah yang perlu kita kembangkan adalah sinergi," ujar Mahyeldi, seraya mendorong agar koordinasi antarpihak ditingkatkan untuk menghasilkan langkah penanganan yang lebih efektif.

Mahyeldi meminta pemerintah kabupaten dan kota bersama aparat terkait memperkuat pendataan wilayah yang berpotensi menjadi jalur masuk dan distribusi narkotika.

Pengawasan, terutama di kawasan perbatasan antardaerah, perlu dilakukan secara terkoordinasi agar jaringan peredaran tidak memanfaatkan celah pengawasan.

Menurutnya, pemetaan berbasis data akan membantu pemerintah dan aparat menentukan wilayah prioritas serta menyusun langkah pencegahan dan penindakan secara tepat.

Upaya tersebut juga perlu didukung pertukaran informasi dan kolaborasi hingga tingkat nagari.

Selain memperketat pengawasan, Mahyeldi menyoroti keterbatasan fasilitas rehabilitasi bagi pengguna narkoba.

Ia mendorong pembahasan mengenai dukungan anggaran, peningkatan kapasitas rumah sakit, serta optimalisasi fasilitas yang tersedia agar kebutuhan rehabilitasi dapat tertangani lebih baiknext

Komentar