Menembus Jarak, Meraih Mimpi: Kisah Elvira, Putri Papua Peraih IPK Sempurna 4,00 di Universitas Bung Hatta

Metro- 24-10-2026 18:01
Elvira Yohana Erari Insyur, S.Hum, wisudawati dengan nilai sempurna foto bersama dengan Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr Diana Kartika dan orang tuanya serta saudari saat wisuda, Sabtu (24/10/2026). IST
Elvira Yohana Erari Insyur, S.Hum, wisudawati dengan nilai sempurna foto bersama dengan Rektor Universitas Bung Hatta Prof Dr Diana Kartika dan orang tuanya serta saudari saat wisuda, Sabtu (24/10/2026). IST

Padang, Arunala.com - Ada cerita menarik inspratif, unik dan tekad kuat di sela-sela pelaksanaan wisuda ke-86 Universitas Bung Hatta (UBH) Sabtu (24/10/2026).

Dari 661 lulusan "Kampus Biru" yang diwisuda pada hari itu, satu dari mereka dinobatkan sebagai wisudawan berprestasi pada pelaksaan wisuda kali ini.

Ya, namanya Elvira Yohana Erari Insyur, lulusan S1 Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya dengan nilai IPK 4,00 (Dengan Pujian).

Elvira Yohana Erari Insyur merupakan anak dari pasangan
Abner Benhur Erari (Ayah) dan Debora Eklevina Insyur (Ibu) yang berasal dari Nabire, Papua.

Ia merupakan salah seorang dari tujuh mahasiswa Universitas Bung Hatta asal Papua yang diterima kuliah melalui jalur Afirmasi saat ini.

Pada wisuda kali ini, putri asal Papua ini didapuk menyampaikan kesan dan pesannya mewakili ratusan wisudawan dan wisudawati didepan para pimpinan kampus dan juga para wisudawan.

Dalam penyampaiannya, Elvira dan rekan-rekan sekampung kulian di Kampus Bung Hatta karena mereka melihat sosok dari Sang Proklamator Bung Hatta adalah seorang negarawan yang ideal, pemikir, dan ekonom ulung.

"Hal ini yang menginspirasi saya dan teman-teman dari Papua memilih Universitas Bung Hatta untuk berkuliah," kata Elvira.

Ia juga menceritakan, ia sudah
meninggalkan tanah kelahiran dan keluarganya saat menempuh pendidikan di SMA Karya Pembangunan Margahayu di Bandung.

Hingga kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Bung Hatta melalui jalur Afirmasi yang disediakan pihak kampus ini pada empat tahun lalu.

"Jarak yang jauh, rasa rindu, dan berbagai tantangan mengajarkan saya bahwa perjuangan tidak selalu mudah. Namun, setiap langkah menjadi berarti ketika kita memiliki tujuan dan orang-orang yang terus mendoakan kita," paparnya.

Ia mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan melalui Beasiswa Afirmasi pendidikan tinggi bagi mahasiswa asal Papua.next

Komentar