Koto Baru dan Cangkeh Nan XX Dinilai, Camat Lubeg Andalkan Sejumlah Inovasi PKK

Metro- 30-10-2026 15:11
Camat Lubeg Ikrar Prakasa dampingi Ketua TP PKK Kota Padang Dian Puspita tinjau taman PKK Kelurahan Cangkeh (atas). Ketua TP PKK Kota Padang Dian Puspita menilai kader PKK Kelurahan Koto Baru Nan XX (bawah), Jumat (30/10/2026). (dok: arunala.com)
Camat Lubeg Ikrar Prakasa dampingi Ketua TP PKK Kota Padang Dian Puspita tinjau taman PKK Kelurahan Cangkeh (atas). Ketua TP PKK Kota Padang Dian Puspita menilai kader PKK Kelurahan Koto Baru Nan XX (bawah), Jumat (30/10/2026). (dok: arunala.com)

Padang, Arunala.com - Dua dari 15 kelurahan yang ada di Kecamatan Lubuak Bagaluang (Lubeg) dinilai tim pengerak PKK Kota Padang secara bersamaan, Jumat (30/10/2026).

Kehadirian tim penilai Tim Pengerak PKK Kota Padang ke Kelurahan Koto Baru Nan XX dan Kelurahan Cangkeh Nan XX, Kecamatan Lubeg itu terkait lomba PKK dan Dasawisma tingkat Kota Padang.

Tim yang dipimpin Ketua TP PKK Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran ini menilai beberapa aspek yang menjadi dasar pelaksanaan tugas PKK dan Dasawisma di kelurahan masing-masing.

Dian Puspita Fadly Amran mengatakan, penilaian tim PKK dan Dasawisma saat ini memiliki makna luas dari sekadar meraih peringkat juara.

Inti dari penilaian ini menjadi sarana evaluasi, pembinaan, dan juga motivasi untuk meningkatkan lagi pelaksanaan 10 program pokok PKK di tengah masyarakat," kata Dian.

Terus terang, sebutnya, tim penilai bukan hanya menilai soal tertib administrasi organisasi, tetapi melihat secara nyata apakah keberadaan PKK ini benar-benar hadir dalam kehidupan berkeluarga.

Kehadiran itu mulai dari pola asuh, pendidikan keterampilan keluarga, ketahanan pangan, sandang rumah tangga, kesehatan ibu dan anak, pencegahan stuting serta lainnya.

Ia menekankan, program pokok PKK akan berarti apabila program tersebut bisa menjawab kebutuhan keluarga dan juga membawa perubahan yang nyata.

Dian melanjutkan, data yang dihimpun tim PKK kelurahan jangan hanya menjadi angka dan buku administrasi saja, tapi lebih penting dari itu.

Dian juga menegaskan, Dasawisma adalah ujung tombak karena keberadaannya paling dekat dekat dengan kehidupan keluarga.

"Dari kelompok Dasawisma ini lah, kita dapat mengenal keadaan keluarga kita, memahami persoalan yang dihadapi dan tentunya menghubungkan keluarga dengan bantuan dan layanan yang dibutuhkan," ucapnya.

Karena itu, Dasawisma tidak hanya bergerak di saat ada perlombaan saja, tapi harus aktif sepanjang waktu.

"Selanjutnya, data yang dihimpun Dasawisma itu nantinya akan jadi acuan bagi pemerintah dalam menyusun berbagai program untuk masyarakat agar tetap sasaran pelaksanaannya," ucap Diannext

Komentar