KPU Latih 75 Kader untuk Program DP3

Metro- 17-12-2021 14:16
Anggota KPU Sumbar, Yuzalmon didampingi Ketua KPU Agam, Riko Antoni dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam, Edi Busti saat buka pelatihan DP3 bagi kader, Kamis (16/12) kemarin. (Dok : Istimewa)
Anggota KPU Sumbar, Yuzalmon didampingi Ketua KPU Agam, Riko Antoni dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam, Edi Busti saat buka pelatihan DP3 bagi kader, Kamis (16/12) kemarin. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Agam, Arunala - Sebanyak 75 orang masyarakat dari tiga nagari di Kabupaten Agam mengikuti program pelatihan Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) yang diadakan KPU Agam, Kamis (16/12) kemarin.

Pelatihan yang dibuka Kepala Biro Partisipasi dan Hubungan Masyarakat KPU RI, Cahyo Ariawan, diselenggarakan secara serentak di Kantor Kantor Camat Tilatang Kamang Kabupaten Agam, sedangkan dua nagari lagi mengikutinya melalui zoom metting di kantor wali nagari masing-masing.

Cahyo menekankan tentang tanggungjawab KPU untuk menumbuhkan kesukarelawanan masyarakat untuk berpartisipasi aktif secara mandiri, rasional dan bertanggungjawab dalam pemilu dan pemilihan.

Baca Juga

"Untuk melaksanakan tanggungjawab tersebut, KPU menggagas program yang berkelanjutan dalam bentuk program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) sebagai komitmen nyata untuk melahirkan pemilih cerdas menyongsong pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024," kata kepala biro ini.

Dia menambahkan, program DP3 yang rancang KPU saat ini sangat baik untuk mencerdaskan masyarakat pemilih sehingga masyarakat ketika memberikan pilihan tidak berorientasi jangka pendek.

Anggota KPU Sumbar, Yuzalmon menyampaikan maksud dan tujuan dilakukannya dari program DP3 yang dilakukan KPU dan jajaran adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kepedulian serta partisipasi masyarakat dalam pemilu dan pemilihan.

"Melalui para kader yang dibentuk dan dibekali melalui pelatihan, diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu dalam negara demokrasi yang pada akhirnya masyarakat paham bahwa perbedaan pilihan dalam pemilu dan pemilihan adalah hal yang biasa," ucap Yuzalmon didampingi Ketua KPU Agam, Riko Antoni dan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Agam, Edi Busti.

Yuzalmon menginginkan para kader yang berada di desa atau nagari yang dilatih program DP3 itu diharapkan bisa menjadi perpanjangan tangan KPU dan ujung tombak dalam melakukan pendidikan politik kepada masyarakat.

Sementara Sekkab Agam, Edi Busti mengatakan pemkab Agam sangat mendukung terlaksananya program DP3 ini dengan harapan bisa menjadikan proses pemilu dan pemilihan di Kabupaten Agam.

"Nantinya dengan adanya kader demokrasi yang dibentuk KPU ini bisa lebih mendorong angka partisipasi pemilih jadi meningkat untuk pemilu 2024 mendatang," kata Edi Busti.

Di sisi lain, setelah peresmian dilakukan, para kader yang berasal dari tiga nagari di Agam itu akan dilatih melalui materi yang diberikan oleh narasumber dari KPU Sumbar dan KPU Agam termasuk pemkab setempat.

Komentar