Sejumlah Kecamatan di Pessel Dilanda Banjir

Metro- 17-12-2021 20:27
Kecamatan Tapan yang dilanda banjir akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Jumat (17/12). (Dok : Istimewa)
Kecamatan Tapan yang dilanda banjir akibat hujan deras yang terjadi sepanjang Jumat (17/12). (Dok : Istimewa)

Penulis: Snm

Painan, Arunala - Selain kejadian longsor, sejumlah wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) juga dilanda banjir yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur kabupaten itu sejak Jumat (17/12) dini hari hingga malam.

Berdasarkan data dari BPBD Pessel, sedikitnya ada delapan kecamatan di Pessel dilanda banjir yaitu, Kecamatan Bayang, Batang Kapas, Lengayang, Lakitan, Air Haji, Tapan, dan Silaut.

Kepala Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Pessel, Doni Gusrizal menyebutkan laporan sementara yang didapat petugasnya di lapangan, banjir yang terjadi di Tapan diakibatkan meluapnya aliran sungai Batang Tapan.

Baca Juga

"Dampak dari meluapnya sungai Batang Tapan itu, ruas jalan Kerinci - Ranah Ampek Hulu Tapan, Kecamatan Rahul Tapan tergenang air hampir setinggi pinggang orang dewasa., selain itu ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui," kata Doni kepada media di Painan, Jumar sore (17/12).

Bahkan lanjutnya, dari beberapa kecamatan yang dilanda banjir, Tapan, Silaut dan Lakitan yang alami dampak terparah.

Doni Gusrizal mengatakan, BPBD Pessel mengimbau bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai besar di Pessel untuk waspada banjir.

"Untuk diketahui Pessel milik tujuh sungai besar dan air sungainya kerap meluap akibat kiriman air dari hulu," ujar Doni.

Selain itu, dia juga meminta camat, dan wali nagari agar segera melaporkan kejadian yang terjadi di wilayahnya, sehingga segera bisa dilakukan penanganan lebih lanjut oleh BPBD Pessel.

Terpisah, Camat Lengayang, Zoni Edo menyampaikan banjir juga dilanda di kecamatannyanya, namun yang terparah terjadi di Nagari Lakitan Tengah, pada Jumat itu.

"Ketinggian air yang merendam Nagari Lakitan Tengah itu mencapai tinggi orang dewasa. Ada sekitar 23 rumah warga yang direndam banjir Akibatnya kami terpaksa mengevakuasi penghuni rumah tersebut ke tempat yang lebih aman," kata Zoni Edo.

Komentar