Crew Kapal Dilarang Turun Selama Bongkar Muat

Ekonomi-229 hit 04-05-2020 16:11
Karyawan IPC Teluk Bayur Jalani proses rapid test guna antisipasi penyebaran Covid-19 di pelabuhan, Senin (4/5). (Foto : Amz)
Karyawan IPC Teluk Bayur Jalani proses rapid test guna antisipasi penyebaran Covid-19 di pelabuhan, Senin (4/5). (Foto : Amz)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Teluk Bayur, Arunala - Sebanyak 123 pekerja IPC Teluk Bayur menjalani pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap terpapar atau tidaknya karyawan dan pekerja IPC Teluk Bayur itu oleh virus Corona.

Pemeriksaan, rapid test dilakukan di Ruang Baruna Sasana Karya Kantor IPC Teluk Bayur, Senin (4/5).

"Kegiatan rapid test ini kami selenggarakan sebagai bentuk keseriusan perusahaan dalam upaya memutus mata rantai persebaran Covid 19 yang saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemi global oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) beberapa waktu lalu," ujar General Manager IPC Teluk Bayur, Wardoyo, Senin (4/5).

Baca Juga

Rapid test ini, terang Wardoyo akan dilakukan sebanyak dua kali dengan jeda waktu tes berikutnya sekitar tujuh sampai 10 hari ke depan.

Menurutnya, dengan makin meningkatnya jumlah pasien positif Covid 19 di Sumbar khususnya di Kota Padang, maka upaya rapid test ini perlu dilakukan mengingat pelabuhan merupakan salah satu area pelayanan publik tempat keluar masuknya kapal, manusia dan barang dari dan menuju Sumbar baik dari dalam maupun luar negeri.

Dia menyebutkan karyawan atau pekerja yang jalani rapid test itu cukup banyak, mulai dari unsur manajemen hinga seluruh pekerja perusahaan termasuk pekerja non organik serta pekerja di anak Perusahaan seperti PT IPC Terminal Petikemas dan PT PTP Multipurpose.

Selain itu, sambung Wardoyo, pihak IPC Teluk Bayur bersama KSOP Teluk Bayur juga terus mendukung upaya Pemprov Sumbar dan Pemko Padang yang saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) khususnya di lingkungan Pelabuhan Teluk Bayur.

Buktinya, di kawasan pelabuhan jelas Wardoyo telah ditetapkan beberapa kebijakan diantaranya adanya pelarangan bagi seluruh crew (awak) kapal untuk turun dari kapal selama kapal sedang melaksanakan kegiatan bongkar muat barang.

Kemudian ada juga larangan sementara waktu bagi seluruh kapal penumpang untuk membawa atau mengangkut penumpang dan hanya diijinkan membawa muatan barang (kargo).

"Kebijakan pelarangan ini berlaku untuk seluruh kapal dengan rute pelayaran domestik maupun rute luar negeri," tegas Wardoyo.

Komentar