Ubah Pola Kinerja ASN dengan Ber-Akhlak

Metro- 23-02-2022 13:59
Sekko Pariaman, Yota Balad  saat vidcon Kemendagri di ruang kerjanya, Selasa (23/2). (Dok : Istimewa)
Sekko Pariaman, Yota Balad saat vidcon Kemendagri di ruang kerjanya, Selasa (23/2). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Sekretaris Kota (Sekko) Pariaman, Yota Balad mengikuti video confrence yang diadakan Kemendagri bertemakan Ber-Akhlak: Transformasi Budaya Kerja Kemendagri di era 4.0, di ruang kerjanya, Selasa (23/2).

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan Aparatur Sipil Negara (ASN) diminta untuk mengubah pola pikir dan budaya kerja, yaitu melayani publik.

Hal ini berkaitan dengancore valuesASN ber-akhlak yang merupakan singkatan dari berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan koloboratif.

Baca Juga

"Saya ingin ada perubahan mindset dan perubahan budaya kerja ASN sesuai arahan presiden untuk menghadapi revolusi mental," ucap Mendagri Tito Karnavian.

Tito menegaskan, dengan menerapkan nilai-nilaiber-akhlak diharapkan terbentuknya budaya kerja ASN mandiri, kreatif, inovatif, kemampuan dan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas.

"Budaya berikutnya ialah akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan koloboratif. Budaya-budaya ini akan mendorong aparatur bekerja benar. Hal itu juga akan mengubah paradigma aparatur dalam bekerja menjadi lebih optimal," tegas Tito.

Sementara itu,SekdakoPariamanYota Balad usai mengikuti vidcon mengatakanapa yang telah disampaikan Kemendagri bahwasanya ASNber-akhlak itu adalah dalam rangka penguatan kinerja ASN. Dan ini akan diterapkan di Kota Pariaman.

"Setiap ASN ber-akhlakdimulai dari hati nurani sendiri dan berkomitmen dalam bekerja", ucapnya.

Yota Balad juga menambahkanbahwa menurut penelitan dari Kemendagri bahwasanya ASN tersebut hanya datang mengharapkan tunjangan, jabatan dan pulang.

"Sekarang, diminta ASN agar berkontribusi minimal untuk memajukan pemerintah daerahnya sendiri. Dan ini harus dilaksanakan sesuai yang diharapkan Kemendagri, minimal harus diterapkan di Kota Pariaman meskipun dilaksanakan secara bertahap," pungkas Yota Balad. (*)

Komentar