Total 9.000 Paket Sembako Disebar Nevi Zuairina

Metro-121 hit 11-05-2020 20:07
Telur unggas yang diproduksi pelaku UMKM yang dibeli Nevi Zuairina akan disebar kepada ribuan KK terdampak Covid-19 di Sumbar. (Foto : Istimewa)
Telur unggas yang diproduksi pelaku UMKM yang dibeli Nevi Zuairina akan disebar kepada ribuan KK terdampak Covid-19 di Sumbar. (Foto : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala - Setelah menyumbangkan 15 ton beras untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19, kini kembali Anggota DPR RI asal Sumbar Nevi Zuairina turun tangan untuk rakyat Sumbar.

Anggota DPR RI dari Dapil 2 Sumbar ini meneruskan aksi kepeduliannya menyumbangkan beras dan ribuan tray telur kepada masyarakat.

"Mei ini In Syaa Allah kepedulian untuk ringankan beban hidup warga terdampak Covid-19 di Sumbar, akan saya lakukan lagi," ujar Nevi Zuairina kepada media di Padang, Senin (11/5).

Baca Juga

Paket bantuan yang akan dia berikan masih tetap sama dengan tahap pertama yakni berbagai sembako termasuk gula pasir, minyak goreng, susu siap minum, nasi kotak siap santap dan mie instan.

"Totalnya hingga saat ini 20 ton beras dan 2.000 tray telur sudah disebarkan. Mudah-mudahan 9.000 kepala keluarga (KK) lagi dapat menerima manfaat untuk mengurangi dampak wabah Covid-19," ujar Nevi.

Anggota DPR yang duduk di Komisi VI ini menjelaskan, bantuan dibagi ke berbagai kota kabupaten di Sumbar. Dalam pendistribusian, lanjut Nevi, diutamakan wilayah dengan kriteria yang memang layak menerima bantuan, bukan saja berdasar daerah pemilihan saja.

Misalnya daerah Padang maupun di Pesisir Selatan bukan wilayah Dapil II, tapi tim Nevi tetap membagikan paket sembako ke wilayah tersebut.

"Dampak wabah Covid-19 ini tidak mengenal orang dan wilayah. Semua terdampak, mulai dampak kesehatan, pendidikan hingga ekonomi. Mulai dari anak kecil hingga dewasa, tidak mengenal status sosial atau jabatan. Untuk itu, tim yang kami bentuk memperlebar jangkauannya. Tidak hanya di Dapil II, tapi kini mencakup 19 kabupaten Kota di Sumbar," terang Nevi.

Selain memperhatikan masyarakat terdampak Covid-19, dirinya juga mempertahankan aksi beli/menyerap berbagai produk UMKM.

"Kualitas produk UMKM ini sangat bagus namun pada kondisi wabah, yang membeli sangat sedikit karena kemampuan daya beli masayarakat menurun," ujar Nevi.

"Kualitas produk UMKM ini sangat bagus namun pada kondisi wabah, yang membeli sangat sedikit karena kemampuan daya beli masayarakat menurun," ujar Nevi.

Nevi mengatakan juga sampai Mei 2020, tingkat pengangguran semakin bertambah.

"Dan biasanya, tingkat kemiskinan secara total negara kita akan menunjukkan hal sama, meningkat juga. Masyarakat Indonesia, kini telah merubah prioritas konsumsi untuk mempertahankan hidupnya dengan mengarahkan anggaran rumah tangga untuk membeli produk pangan," kata Nevi Zuairina.

Komentar