21 Orang Pemandu Lagu, dan Pasangan Ilegal Diamankan

Metro- 02-03-2022 19:04
Kasat Pol PP Kota Padang, Mursalim menyaksikan anggotanya mendata pemandu lagu yang diamankan setelah razia, Rabu (2/3) dini hari. (Dok : Istimewa)
Kasat Pol PP Kota Padang, Mursalim menyaksikan anggotanya mendata pemandu lagu yang diamankan setelah razia, Rabu (2/3) dini hari. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, menahan 21 orang wanita pemandu lagu dan beberapa orang pasangan ilegal, dalam razia dan pengawasan pelanggaran Perda, di beberapa lokasi di kawasan Kota Padang. Rabu (2/3/) dini hari.

Razia yang dimulai sekira pukul 02.30 WIB itu, petugas langsung menuju ke sebuah cafe berlokasi di Jalan Niaga, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan, di tempat ini petugas berhasil mengamankan dua orang pemandu lagu.

Kemudian berlanjut ke cafe lainnya masih di jalan yang sama, petugas juga mengamankan 19 orang wanita lagi.

Baca Juga

Seterusnya, petugas melakukan pengawasan ke salah satu hotel yang berlokasi di Jalan Ranah Binuang, Kelurahan Ranah Parak Rumbio, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, disini petugas mengamankan dua orang perempuan dan empat orang laki-laki.

Kasat Pol PP Kota Padang, Mursalim, menerangkan, razia yang dilakukan Satpol PP itu menyikapi laporan masyarakat yang merasa resah dari ulah pemilik usaha cafe karaoke yang masih ada melewati jam operasional yang telah diatur dalam Perda AKB.

"Cafe karaoke tersebut, telah melanggar Perda 11 Tahun 2005, Tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, serta melanggar Perda nomor 1 tahun 2021, tentang Adaptasi Kebiasaan Baru," ujar Mursalim.

Dia menambahkan, selain pemandu karoke yang diamankan, pemilik tempat usaha pun diberikan surat pemanggilan untuk datang menghadap Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kota Padang.

"Total yang diamankan ada 27 orang, diantaranya 21 orang pemandu karaoke, dan enam orang di penginapan. Di tempat tersebut kami mendapati ada satu pasangan bukan suami istri berada dalam satu kamar, serta kami juga mengamankan satu orang wanita dengan tiga laki-laki dalam satu kamar, padahal mereka tidak ada ikatan keluarga," tukas Mursalim.

Selanjutnya, sebut Mursalim, mereka yang diamankan tersebut dilakukan tes darah serta melakukan screening HIV/AIDS dan PML (Penyakit Menular Lainnya), serta juga dilakukan konseling oleh Tim dari Dinas Kesehatan Kota Padang.

"Ini dilakukan guna mengetahui apakah semua yang ditertibkan ini dalam kondisi sehat atau terpapar HIV/AIDS dan PML," ucap Mursalim. Dia juga terus mengingatkan pemilik tempat usaha yang didapati pelanggaran, agar tetap menjaga Trantibum di lingkungan tempat usahanya, termasuk hotel dan penginapan.

"Kami tidak melarang pengusaha untuk berusaha, namun kami harap pengusaha ikut menjaga Trantibum dilingkungan dan patuhi aturan yang berlaku, jangan berusaha seenaknya saja, karena kami punya aturan yang mengatur untuk itu," pungkas Mursalim.

Komentar