Dua Rumah Sakit Di Solok Ditutup Sementara

Metro-609 hit 16-05-2020 23:04
Foto : Ilustrasi Virus Corona
Foto : Ilustrasi Virus Corona

Penulis: Darizon Y | Editor: MN. Putra

Kota Solok, Arunala - Untuk sementara RSUDArosuka maupun RSUD M Natsir, ditutup pelayanananya oleh pemda setempat.

Hal itu menyusul meninggalnya satu orang pasien Covid-19 berinisial 'BS' wargaBawah Duku Koto Baru Kecamatan Kubuang,Kamis kemarin (14/5).

Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Solok yang juga Kepala Dinas Kesehatan Ambun Kadri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/5), mengatakan langkah penutupan sementara dua rumah sakit itu demi kebaikan masyarakat Kota Solok.

Baca Juga

Berdasarkan hasil 704 sample swab yang diperiksa oleh Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dibawah pimpinan Dr. dr. Andani Eka Putra, M Sc sampai Sabtu pagi (16/5) pukul 09.00 . Terdapat salah seorang warga yang positif Covid-19," tulisAmbun Kadri.

Warga ini, jelas Ambun, merupakan pensiunan ASN Kota Solok beralamat di Bawah Duku Koto Baru Kecamatan Kubuang.

Untuk itu, lanjutnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok dan Kota Solok, baik kerabat atau siapapun juga yang pernah kontak dengan yang bersangkutan langsung atau keluarga maupun menghadiri pemakaman yang bersangkutan serta membezuk ketika almarhum masih dirawat di RSUD Arosuka maupun RSUD M Natsir, diharapkansegera memeriksakan diri ke Posko Covid-19 Kota Solok di Banda Panduang.

"Hal ini demikebaikan kita bersama untuk dapat mendeteksi lebih awal wabah Covid," ulas Ambun Kadri lagi

Saat ini, sambung dia, RSUD Arosuka ditutup sementara dikarenakan petugas kesehatan menjalani isolasi.

Terpisah,Direktur RSUD Arosuka, M Yones Indra, menyebutkan penutupan sementara RSUD Arosuka ini dilakukan sampai hasil tes swab seluruh petugas rumah sakit keluar termasuk 31 orang petugasyang kontak langsung dengan pasien Covid yang meninggal tersebut.

"Saat ini, 31 petugas rumah sakit yang kontak langsung dengan pasien positif itu, menjalani tracking (penelusuran) dan pengambilan sampel swab di Convention Hall, Alahan Panjang," sebutYones Indra.

Menurutnya, hal ini dilakukan pihak rumah sakit untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok maupun di Kota Solok.

Yones Indra juga menegaskan keputusan menutup sementara rumah sakit ini berdasarkan persetujuan Bupati Solok, Gusmal Dt Rajo Lelo.

"Sementara, pasien yang ada di RSUD, dipindahkan ke rumah sakit terdekat, seperti RSUD M Natsir dan RST Solok," ujarnya.

Sebelumnya didapat informasi ada satu pasien dalam pemeriksaan (PDP) asal Nagari Kotobaru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berinisial 'BS' (69), dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19).

Berdasarkan hasil tes swab dari Labor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, Jumat (15/5), pasien 'BS' yang meninggal sehari sebelumnya pernah dirawat di RS M Natsir Kota Solok, Semen Padang Hospital (SPH) dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok.

Sebelumnya, 'BS' pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.

Dari catatan RSUD Arosuka, 'BS' masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5) sekira pukul 10.00 ,dengan keluhan penyakit paru-paru. Pasien ini kemudian dirawat di ruang interne.

Karena kondisi terus menurun sepulang dari Semen Padang Hospital, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi.

Namun, pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test Covid-19 dengan hasil negatif. Sehingga pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.

Komentar