Polda Sumbar Proses 6 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi

Metro- 10-04-2022 18:26
Salah satu kasus penyalahgunaan BBM subsidi yang berhasil diungkap Polres Solsel beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)
Salah satu kasus penyalahgunaan BBM subsidi yang berhasil diungkap Polres Solsel beberapa waktu lalu. (Dok : Istimewa)

Penulis: Darizon Y

Padang, Arunala - Hingga kini, Polda Sumbar telah melakukan penindakan sebanyak 6 kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, yang terjadi di wilayah hukumnya.

Penindakan itu sesuai instruksi Kapolri kepada seluruh Polda dan jajaran untuk melakukan pengawasan sekaligus menindak aksi penyalahgunaan BBM itu.

"Memang sejauh ini ada 6 kasus penyalahgunaan BBM yang Polda Sumbar tangani terhitung sejak Januari hingga tanggal 10 April 2022 lalu," kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu Setianto, saat dihubungi Arunala.com di Padang, Minggu siang (10/4).

Baca Juga

Adapun proses pengungkapan dan sidik-nya, sebut Satake, ada yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar, dan ada juga yang dilakukan oleh beberapa Polres di jajaran Polda Sumbar.

Satake merinci, beberapa kasus penindakan terhadap BBM bersubsidi diantaranya, pertama pada hari Senin (3/1) sekira pukul 12.00 WIB, tim dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar menemukan langsung terhadap dugaan tindak pidana menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak yang disubsidi oleh pemerintah tanpa izin usaha niaga berupa bahan bakar minyak jenis Bio Solar.

Aksi ini ditemukan langsung oleh petugas di SPBU Pertamina Pitameh, di Jalan Raya Padang - Indarung Kelurahan Tanjung Saba Pitameh Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang.

"Di TKP ini, pelakunya RYG (43) warga Parak Laweh Pulau Aia, Kecamatan Lubuk Begalung Kota Padang, dan KP (28) warga Pitameh Tanjung Saba Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung. Kasus tersebut telah P21," ujar Satake lagi.

Dirinya menyebut, untuk barang bukti yang diamankan yakni 1 unit mobil merek Toyota Kijang Standar KF 52 Long Warna Biru No. Pol BA 1989 BH bermuatan tangki modifikasi yang berisikan BBM subsidi jenis Bio Solar. Kemudian, 6 buah jerigen kapasitas 35 liter berisikan BBM Bio Solar.

Kemudian 4 buah jerigen kosong kapasitas 35 liter, 1 buah slang plastik panjang 1 meter, 1 buah corong minyak warna biru, dan uang tunai sebesar Rp1.6 juta.

Yang kedua, pada hari Rabu (9/2) sekira jam 16.40 WIB di Paingan Nagari Guguk Kuranji Hilir, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman.

Diduga telah terjadi tindak pidana melakukan penyalahgunaan niaga bahan bakar minyak jenis solar yang disubsidi.

Barang bukti yang diamankan satu unit alat berat merk Komatsu PC 200 6 silindar, satu unit alat berat merk Komatsu PC 200 4 silinder, 7 jerigen warna biru isi 32 liter bahan bakar jenis Solar, selanjutnya 5 jerigen warna kuning isi 32 liter bahan bakar jenis Solar.

"Untuk kasus yang ini diproses oleh Polres Pariaman," ujarnya

Untuk kasus ketiga, pada Jumat (11/3), sekira pukul 19.30 WIB, di Jalan Raya Tapan - Kerinci, Kenagarian Muaro Sako, Kecamatan Rahul, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

"Tersangka FH (26) warga Sarolangun Jambi, mengangkut bahan bakar minyak tanpa dilengkapi izin usaha niaga," jelas Kombes Pol Satake Bayu.

Barang bukti yang diamankan 1 unit mobil light truck merek Hino warna Hijau B 9031 PYW, 74 galon masing-masing berisi 31 liter jenis Solar, 1 lembar STNK, dan 1 buah kunci kontak.

"Proses sidik di Polres Pessel," ujarnya.

Selanjutnya, kasus yang keempat diproses oleh Polres Pessel, dimana Jumat (25/2) sekira pukul 02.30 WIB bertempat di SPBU Simpang Lagan Kecamatan Linggo Saribaganti telah tertangkap tangan seorang laki-laki inisial DM.

Pelaku diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga jenis Solar yang disubsidi pemerintah tanpa izin usaha niaga.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 1 unit Mobil Suzuki Mega Carry warna putih Nopol BA 8398 GK bermuatan 40 jerigen yang masing-masing jerigen berisi BBM jenis Solar.

Untuk kasus yang kelima, terang Satake lagi, dilakukan penangkapan oleh Polres Solok Selatan (Solsel) terhadap seorang laki-laki inisial BH (31) warga Kabupaten Kerinci, Jambi.

Berawal ketika anggota Polres Solsel sedang melakukan patroli di Jalan Raya Jorong Timbulun, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

"Petugas menemukan tersangka sedang mengangkut bahan bakar minyak jenis solar dan pertalite dengan menggunakan mobil Suzuki ST 150- Pikup warna hitam dengan Nopol BH 9663 KE tanpa dilengkapi dengan dokumen yang sah," ujar Satake.

Selanjutnya, kasus yang keenam, saat ini tengah dalam penyidikan oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar. Pada Kamis (7/4) sekira pukul 20.30 WIB.

Tim dari Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar menemukan langsung terhadap dugaan tindak pidana menyalahgunakan pengangkutan dan/atau niaga BBM jenis Bio Solar pada sebuah gudang yang berada di Jalan Tanah Sirah, Kelurahan Tanah Sirah, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

"Pelaku dua orang inisial HZ (40) dan H (39) dengan barang bukti 1 unit kendaraan Colt Diesel PS 120 warna kuning Nopol BA 8517 AJ, 12 buah jirigen kapasitas 35 liter berisikan BBM jenis Bio Solar, 1 buah jerigen kapasitas 35 liter, dan 2 buah slang plastik panjang 1 meter," terangnya.

Satake menambahkan, dengan telah dilakukannya penindakan kepada pelaku penyalahgunaan BBM bersubsidi dan ilegal tersebut, menegaskan Polda Sumbar beserta Polres jajaran komitmen dalam pengawasan BBM yang disubsidi oleh pemerintah.

"Kalau ditemukan ada penyalahgunaan (BBM ilegal), akan kami tindak dan di proses sesuai aturan hukum," pungkas Satake.

Komentar