Aswandi Minta Perantau Agar Tak Lupakan Pituah Orang Tua

Metro- 02-05-2022 19:27
H Aswandi SE, salah seorang perantau minang yang sukses di Riau. (Dok : Istimewa)
H Aswandi SE, salah seorang perantau minang yang sukses di Riau. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Bukittinggi, Arunala - Seorang perantau minang yang sukses di rantau, tepatnya di Pekanbaru Riau, H Aswandi SE mencoba mengingatkan masyarakat minang yang ada di berbagai penjuru tempat agar jangan melupakan pituah(nasehat, red) orang tuanya dan ninik mamak.

Selain itu, dia juga meminta untuk selalu memenang teguh prinsip rang minang (orang minang, red) dalam menjalani kehidupannya dimana saja.

"Seperti kata pepatah minang yang selalu merasuki jiwa merantau "Karatau madang dihulu, babuah babungo balun, marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun", Artinya anak laki-laki di minangkabau lebih baik pergi merantau meninggalkan kampung halaman lebih dulu karena merasa belum diperlukan di rumah atau di kampungnya," ujar Aswandi kepada media di Bukittinggi, Senin (2/5).

Baca Juga

Ungkapan pituah ini yang jadi motivasi jiwa Aswandi untuk merantau dalam mencari kehidupan yang sukses di luar kampung halamannya.

Dengan pituah itu pula lah, pria yang dulu pernah belajar di Bukittinggi, dan kuliah di Ekonomi Unand itu, kini telah memilik karir dan menjadi tokoh sukses perantau minang di Pekanbaru Riau.

Tidak itu saja, Aswandi bahkan juga jadi tokoh panutan perantau minang hingga ke Kepulauan Riau (Kepri).

Kemudian, pada hari pertama Idul Fitr di Sumbar yang dirayakan Senin (2/5) ini, Aswandi menyatakan salut dan bangga pada Sumbar yang jadi kampung halamannya.

"Tidak banyak daerah di Indonesia yang hubungan rang rantau dengan rang ranah (kampung halaman) solid dan penuh persaudaraan, tak lakang dek paneh tak lapuak dek hujan, sebagai anak rantau minang saya bangga menjadi bagian dari etnis yang spesial di republik tercinta ini," ujar Aswandi lagi.

Pada, Idul Fitri 1443 H ini, Aswandi tak lupa memanjatkan doa kepada Sumbar semoga pulang kampungnya anak rantau bisa memberikan kontribusi positif bagi kemajuan tanah minangkabau.

Era sekarang, sebut dia, adalah kolaborasi dan sinergitas, bagi orang Sumbar itu sudah terjadi sejak saisuak (lama, red) semangat gotong royong itu sudah menjadi identitas masyarakat Minang dari dulu.

"Kolaborasi perantau dan kampung terjalin solid, mereka bersinergi (bahu membahu) membangun kampung halaman, semoga sanak saudara minang saya yang barirayo (merayakan hari raya) diberi kemudahan dan dilancarkan oleh Allah dalam rangka memperkukuh silaturahim ranah dan rantau," tukas Aswandi.

Suksesnya Aswandi di Riau tentu tak lepas dari aktualisasi kisah sukses banyak perantau minang tempoe doeloe.

"Selain pituah, jangan pernah juga melupakan silsilah dan tanah asal kita, Insya Allah sukses merantau," ujar Aswandi yang menjadi tokoh rantau minang, di mana dia menjadi tempat batanyo dan babarito (bertanya dan berkabar) ratusan ribu perantau minang di Riau," pungkas Aswandi.

Komentar