Supardi Tegaskan Jangan Biarkan Perilaku Menyimpang di Sumbar

Metro- 07-09-2022 21:56
Ketua DPRD Sumbar, Supardi letika beri penyuluhan menyangkut kondisi sosial masyarakat saat ini kepada warga Kota Payakumbuh, Rabu (7/9). (Dok : Istimewa)
Ketua DPRD Sumbar, Supardi letika beri penyuluhan menyangkut kondisi sosial masyarakat saat ini kepada warga Kota Payakumbuh, Rabu (7/9). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Supardi Tegaskan Jangan Biarkan Perilaku Menyimpang di Sumbar

Payakumbuh, Arunala -- Dua tempat berbeda di Kota Payakumbuh, masing-masing di Tanjung Pauh, PayakumbuhBarat dan Padang Alai Bodi, PayakumbuhTimur, jadi tujuan tempat penyuluhan Ketua DPRD Sumbar, Supardi bersama Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar, Rabu (7/9).

Kegiatan tersebut merupakan program Dinas Sosial S umbaryang telah diagendakan secara berkelanjutan sejak April hingga akhir 2022 ini.

Baca Juga

Pada kesempatan tersebut, Supardi juga memaparkan tentang adanya kecenderungan peningkatan level stres dan amarah yang dirasakan masyarakat karena berbagai kondisi yang telah terjadi, terutama generasi muda.

Hal inilah yang disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran pelajar Kota Padang baru-baru ini.

Supardi juga meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit masyarakat (pekat) seperti lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) dan narkotika pasca pandemi Covid-19.

Usai pandemi Covid-19 melanda, terjadilah pergeseran nilai-nilai sosial di tengah masyarakat, sehingga diduga angka penyalahgunaan narkotika dan perilaku menyimpang LGBT pun meningkat. Hal itu harus menjadi perhatian bersama," katanya.

Supardi mengatakan, tahun 2022 merupakan masa peralihan usai pandemi covid melanda. Dua tahun lalu, masyarakat hidup dalam pembatasan secara sosial hingga ekonomi.

Dia menilai dampak dari pergeseran sosial diSumbarmempengaruhi tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan, sehingga kenakalan remaja pun ikut diprediksi ikut bertambah.

Tak hanya itu, lanjut Supardi, penyalahgunaan narkotika dan LGBT sangat menjadi sorotan, secara statistik angkanya cenderung naik pada tingkat provinsi dan kabupaten kota, termasukPayakumbuh.

"Ranah Minang memiliki falsafah Adat Basandi Syarak -- Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), miris bila tingkat perilaku menyimpang seperti LGBT tinggi di daerah ini. Jangan biarkan perilaku menyimpang tersebut berkembang baik di KotaPayakumbuh, maupun di S umbarumumnya," imbaunya.

Supardi menyebutkan, ada hal yang lebih bahaya mengancam kelangsungan generasi muda dari bahaya narkotika, yaitu menghisap lem.

Praktek ini cukup berkembang pada setiap daerah, lantaran mendapatkan barang tersebut cukup mudah dan harganya pun terjangkau. Meski demikian, kerusakan yang ditimbulkan 10 kali lipat dari kerusakan pengguna narkoba.

"Karena lem belum diatur pada sumber hukum kita, maka penggunaannya belum bisa diproses secara hukum," katanya.

Di samping itu, menurut Supardi terjadi pula banyak dinamika sosial pasca Covid-19. maka dari itu harus diantisipasi dengan cara membuka forum masyarakat melalui penyuluhan sosial.

"Karena lem belum diatur pada sumber hukum kita, maka penggunaannya belum bisa diproses secara hukum," katanya.

Di samping itu, menurut Supardi terjadi pula banyak dinamika sosial pasca Covid-19. maka dari itu harus diantisipasi dengan cara membuka forum masyarakat melalui penyuluhan sosial.

"Penangan penyakit masyarakat di daerah berbeda-beda, maka dari itu sasaran dari penyuluhan harus jelas," katanya.

Komentar