Popularitas Prabowo dan AHY Kalahkan yang Lain

Metro- 15-10-2022 20:24
Tabel hasil survei popularitas para tokoh yang akan maju pada pilpres 2024 dari The Republic Institute, Sabtu sore (15/10). (Dok : Istimewa)
Tabel hasil survei popularitas para tokoh yang akan maju pada pilpres 2024 dari The Republic Institute, Sabtu sore (15/10). (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala.com - The Republic Institute mengungkap hasil survey terbarunya pada enam provinsi di Pulau Jawa.

Hasilnya sungguh mengejutkan, untuk segmen survey soal Pilpres, ternyata popularitas Prabowo dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kalahkan tokoh yang disebut-sebut masuk bursa Capres.

Politisi lawas Partai Demokrat Sumbar, Nurnas mengaku kaget atas hasil survei The Republik Institute yang rilis, Sabtu sore (15/10).

Baca Juga

"Cukup mengejutkan dan menambah semangat, ternyata Ketum kami, AHY jadi terpopuler kedua setelah Prabowo berdasarkan hasil survei The Republik Institute," ujar Nurnas di hari yang sama.

Pada segmen survei tentang popularitas dan elektabilitas, kandidat calon presiden akan yang berkompetisi pada pilpres 2024 nanti, tampaknya masih didominasi oleh tokoh-tokoh partai dan pejabat publik.

Dalam rilisnya, The Republic Institute memetakan posisi para tokoh tersebut, misalnya Prabowo Subianto (94,7 persen), AHY (91,2 persen), Anies Baswedan (90,7 persen), Sandiaga Uno (90,0 persen), Ganjar Pranowo (89,0 persen), Ridwan Kamil (88,0 persen).

Kemudian Puan Maharani (85,3 persen), Erick Thohir (81,1 persen), Muhaimin Iskandar (74,5 persen), Khofifah (73,7 persen), Airlangga Hartarto (71,1 persen), dan Andika Perkasa (65,2 persen).

Masih dalam rilis itu disebutkan, popularitas di antara calon Presiden terjadi lebih karena jabatan dan ketokohan calon yang bersangkutan, seperti Prabowo adalah seorang Menteri dan ketua partai Gerindra sekaligus calon presiden pada tahun 2019.

Kemudian Anies, Ganjar, Ridwan Kamil dan Khofifah sebagai Gubernur, selanjutnya Puan, Muhaimin sebagai Pimpinan Partai dan Pimpinan DPR RI, Erick Thohir dan Sandiaga sebagai Menteri, Andika Perkasa sebagai Panglima TNI, Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan Menko Perekonomian.

Sementara AHY, Ketua Umum Partai Demokrat, yang belakangan dianggap sebagai pemimpin alternatif dari pihak oposisi. (*)

Komentar