Jejak Sejarah "Rumah Bola" di Kota Sawahlunto

Metro- 03-11-2022 18:30
Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto. (Dok : Istimewa)
Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto. (Dok : Istimewa)

Penulis: Arzil

Padang, Arunala.com - Banyak dari khalayak ramai tidak mengetahui nama lain dari Gedung Pusat Kebudayaan (Societeit Glck Auf) yang ada di Kota Sawahlunto.

Gedung yang sarat sejarah ini alami kebakaran sesaat jelang digelarnya festival durian yang akan diselenggarakan.

Dari berbagai sumber yang dikutip, gedung ini dibangun tahun 1910 dan merupakan gedung pertemuan atau tempat bersosialisasi, berkumpul para pejabat tambang batu bara Ombilin, pemerintah dari kalangan Eropah.

Baca Juga

Disini mereka berhibur dengan minum-minum, berdansa, bernyanyi dan bermain bowling. Oleh sebab itu tempat ini disebut juga 'Rumah Bola".

Pada masa kemerdekaan RI, bangunan ini kemudian menjadi Gedung Pertemuan Masyarakat (GPM). Pernah pula menjadi Bank Dagang Negara (BDN) atau BankMandiri hingga awal tahun 2006.

Pada 1 Desember 2006 atau saat Ulang Tahun Sawahlunto ke 118, gedung ini dijadikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan Kota Sawahlunto.

Peresmian itu dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI kala itu, Jero Wacik didampingi Wali KotaSawahlunto, Amran Nur.

Kemudian sejak tahun 2011 menjadi bagian gedung serba guna Hotel Parai. (*)

Komentar