Wako Genius Umar Temui Wamenhan Bahas Hibah KRI TNI AL

Metro- 14-10-2022 14:57
Walikota Pariaman, Genius Umar secara gerak cepat menemui langsung Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Herindra Menindaklanjuti penerimaan hibah kapal perang TNI Angkatan Laut, bertempat di Kantor Wamenhan RI, di Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022). (Foto : Istimewa)
Walikota Pariaman, Genius Umar secara gerak cepat menemui langsung Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Herindra Menindaklanjuti penerimaan hibah kapal perang TNI Angkatan Laut, bertempat di Kantor Wamenhan RI, di Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022). (Foto : Istimewa)

Penulis: Arzil

Jakarta, Arunala.com - Menindaklanjuti penerimaan hibah kapal perang TNI Angkatan Laut dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia untuk Pemerintah Kota Pariaman yang akan dijadikan Museum Angkatan Laut di Kota Pariaman, Walikota Pariaman, Genius Umar secara gerak cepat menemui langsung Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Herindra bertempat di Kantor Wamenhan RI, di Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2022).

Pertemuan orang nomor satu di Kota Pariaman dengan Wamenhan tersebut didampingi Asisten I, Yaminurizal, Kepala Inspektorat Kota Pariaman, Alfian Harun dan Plt. Kadis PUPR Kota Pariaman, Nopriadi Syukri yang membicarakan tentang proses membawa kapal perang tersebut serta membahas sinkronisasi pembangunan belanegara.

Genius mengungkapkan bahwa, Wamenhan sangat tertarik dengan rencana pembangunan museum kapal TNI AL itu. Ia bersama staffnya Kemenhan akan mengecek singkronisasi program tersebut.

Baca Juga

Ia mengatakan, ini akan diangkat menjadi program nasional dan bagian dari program Kemenhan.

Genius mengaku, adanya Museum Kapal TNI AL di Kota Pariaman ini adalah sebagai bentuk singkronisasi pembangunan belanegara.

Untuk di Sumbar, hanya ada dua tugu belanegara, pertama Tugu Monumen Perjuangan TNI AL di Muaro Gandoriah Pariaman yanh sekarang dan Tugu Belanegara di Kabupaten Lima Puluh Kota.

Wako Genius juga katakan, Kemenhan akan langsung membina Kota Pariaman dalam hal belanegara. Karena dapat dipahami bahwa bela negara merupakan hak dan kewajiban konstitusional setiap warga negara Indonesia yang tidak bisa ditawar lagi.

Genius berharap dengan adanya museum ini nanti, akan menjadi bukti sejarah, bahwa Kota Pariaman dulunya adalah pangkalan AL pertama di pulau Sumatera, dan menjadi kebanggaan tersendiri nantinya untuk pemerintah sendiri dan masyarakat.

Selain itu, kita berharap dengan adanya Museum Kapal Perang ini akan menjadi magnet wisatawan untuk datang, sekaligus dapat menjadi sarana edukasi kepada pelajar di Kota Pariaman sendiri, tentang sejarah bahari dari Kota Pariaman. (*)

Komentar