Ujian Penerimaan Mahasiswa Baru PNP Dilakukan Serentak

Edukasi- 10-01-2023 20:04
Direktur PNP, Dr. Surfa Yondri, S.T., S.ST., M.Kom dan jajarannya saat sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di perguruan itu pada sejumlah guru SMA/SMK di Kampus PNP, Selasa siang (10/1). (Foto : Derizon)
Direktur PNP, Dr. Surfa Yondri, S.T., S.ST., M.Kom dan jajarannya saat sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di perguruan itu pada sejumlah guru SMA/SMK di Kampus PNP, Selasa siang (10/1). (Foto : Derizon)

Penulis: Derizon Yazid

Padang, Arunala.com - Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Dr. Surfa Yondri, S.T., S.ST., M.Kom menyatakan, sesuai dengan peraturan baru dimana ujian penerimaan calon mahasiswa baru di PNP dilakukan secara serentak.

"Tahun 2023 ini ada perubahan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru, dimana perguruan tinggi negeri dibawah Kementerian Pendidikan, Kebudayan dan Ristek (Kemdikbud Ristek), penerimaan dilakukan serentak, itu berlaku juga bagi Politeknik Negeri Padang,(PNP)," kata Surfa Yondri di Padang kepada Arunala.com di Padang, Selasa (10/1).

Menurutnya, dulu PNP ujian penerimaan mahasiswa baru bergabung Diploma 4 atau sarjana terapan. Tapi tahun ini PNP ujian seleksi Diploma 4 atau sarjana terapan, pelaksanaannya digabungkan dalam ujian seleksi Diploma 3.

Baca Juga

"Berdasarkan tes itu sekarang, kami samakan. Kalau dulu, ujiannya bergabung hanya dengan Diploma 4 saja atau sarjana terapan, tapi pada tahun ini Diploma 3 dan Diploma 4 atau sarjana terapan itu tergabung, yakni seleksi nasional berdasarkan prestasi (SNBP), dan seleksi nasional berdasarkan tes (SNBT)," jelas dia.

Setelah selesai seleksi 2, lanjut Surfa Yondri, baru kemudian PNP lanjutkan tahapan seleksi mandiri. Baik itu untuk Diploma 3, Diploma 4 atau magister fast track dan begitu juga kelas kerja sama di PNP.

"Jadi perbedaannya, sejak kami masih dibawah Forum Komunikasi Direktur Politeknik Negeri se Indonesia pelaksanaan ujiannya seperti yang saya sebutkan di atas.

Sedangkan penerimaan tahun ini ujiannya tergabung di SNBP dan SNBT," pungkas Surfa Yondri.

Prodi Baru di PNP

Di sisi lain, Surfa Yondri juga menyebutkan, saat ini PNP ada beberapa program studi (prodi) baru yang izinnya sudah keluar dari Kemdikbud Ristek, dan mungkin dalam beberapa hari ke depan akan ditentukan kuota penerimaannya di PNP, baik itu SMB yang berdasarkan prestasi yang tes maupun juga seleksi mandiri.

Ditanya seperti apa animo calon mahasiswa baru yang ingin masuk PNP? Surfa Yondri menjawab cukup banyak.

"Peminat masuk ke PNP selama ini cukup bagus. Diperkirakan jumlah mahasiswa tahun ini akan meningkat dengan ditambahnya prodi baru di PNP. Di tahun 2022 lalu jumlah mahasiswa sebanyak 2.230 orang. Ya diperkirakan jumlah mahasiswa ada sekitar 3.000 oang," sebut dia.

Dalam penerimaan kali ini, lanjutnya, yang perlu dipikirkan pihak PNP adalah ketersediaan sarana prasarana dan ketersediaan sumber daya manusia dalam melakukan pengelolaan sistem yang ada di PNP ini.

"Jadi kami tidak latah menerima mahasiswa banyak, takutnya nanti kualitas yang ada itu tidak bisa berjalan dengan baik," tukas Surfa Yondri lagi.

Terpenting lagi, sambungnya, pihak PNP juga memperhatikan rasio jumlah dosen dengan mahasiswa di PNP. Apakah memungkinkan bagi PNP untuk menambah jumlah mahasiswanya atau bagaimana.

"Namun di sini perlu upaya dan usaha keras kami terkait dengan pemenuhan sarana prasarana yang ada di PNP, karena mahasiswa di sini banyak prakteknya," tambah Surfa Yondri.

Sementara itu, Wakil Direktur I PNP, Revalin Herdianto menyebutkan, sekarang ada pengembangan metode seleksi penerimaan calon mahasiswa baru.

Misalkan dulu siswa SMA jurusan IPS hanya bisa memilih jurusan prodi Sosial, Sosbud.

Namun sekarang ini tidak ada lagi pembatasan jurusan. Siswa jurusan IPS bisa masuk ke teknik.

"Sehingga di PNP mau tidak mau harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan Kemdikbud Ristek," ucap dia.

Revalin minta pada guru-guru sekolah nantinya, siswa sebelum memilih di SMBP mohon dicermati bidang studi yang diambil sehingga betul sesuai dengan keinginan siswa.

Komentar