Gunung Sinabung Kembali Erupsi

Metro-278 hit 08-08-2020 16:39
Gambaran Gunung Sinabung saat terjadi erupsi, Sabtu dini hari (8/8). 9Dok : Istimewa)
Gambaran Gunung Sinabung saat terjadi erupsi, Sabtu dini hari (8/8). 9Dok : Istimewa)

Penulis: Amazwar Ismail | Editor: MN. Putra

Jakarta, Arunala - Gunung Sinabung dengan ketinggian 2.460 m di atas permukaan laut (dpl) mengalami erupsi Sabtu sini hari (8/8), sekitar pukul 01.58. Abu vulkanik hasil erupsi terdistribusi di tiga kecamatan, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut). Tinggi kolom erupsi sekitar 2.000 meter di atas puncak.

Ketiga kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Berastagi, Dolat Rakyat dan Merdeka. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo melaporkan tidak ada korban saat proses evakuasi warga.

Pihak BPBD setempat juga menginformasikan saat terjadi erupsi, cuaca gerimis sehingga abu tidak mengganggu aktivitas warga. Selain itu, BPBD melakukan penyemprotan abu vulkanik di jalan raya sekitar Berastagi.

Baca Juga

Dikutip dari laman PVMBG, erupsi yang terjadi bersifat freatik dan tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan. Ini menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan.

Lalu dari pantauan BPBD setempat saat erupsi, arah angin menuju ke arah timur. Berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Sabtu itu, gempa terekam satu kali yakni gempa letusan dengan amplitudo maksimum 120 mm dan durasi kurang lebih 1 jam 44 detik.

Kemudian PVMBG juga menyampaikan hari sebelumnya, juga terekam kejadian gempa yang terjadi sejak 1Juli hingga 7 Agustus sekitar pukul 24.00. Gempa didominasi gempa hembusan, tektonik lokal dan gempa tektonik jauh.

Gunung Sinabung berstatus level III atau 'Siaga' sejak 20 Mei 2019. Gunung yang dikenal tidak aktif ini mengalami erupsi sejak 2010 lalu.

Erupsi yang terjadi Sabtu dini hari itu lebih diakibatkan akibat overpressure_ dan aktivitas permukaan. Di sisi lain, erupsi hanya berlangsung singkat dan tidak diikuti kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.

Namun demikian, PVMBG menginformasikan bahwa sifat dan karakter erupsi Gunung Sinabung bisa berpotensi erupsi eksplosif dan diikuti dengan adanya awan panas letusa.

PVMBG merekomendasikan pada status level III ini bahwa masyarakat dan pengunjung tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Di samping itu, radius sektoral 5 km di wilayah sektor selatan-timur dan 4 km sektor timur-utara. (rel)

Komentar