Dipicu Sakit Hati, Sesama Sopir Truk CPO Baku Hamtam, Satu Tewas

Metro-724 hit 11-09-2020 20:00
Kapolresta Padang AKBP Imran Amir menghadirkan dua pelaku dan juga barang bukti saat jumpa pers dengan wartawan, di Mapolresta Padang, Jumat (11/9). (Foto : Can)
Kapolresta Padang AKBP Imran Amir menghadirkan dua pelaku dan juga barang bukti saat jumpa pers dengan wartawan, di Mapolresta Padang, Jumat (11/9). (Foto : Can)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Dipicu sakit hati karena masalah antrean kendaraan, sesama sopir truk CPO saling baku hantam. Naas bagi Fadli (35), salah seorang dari sopir truk itu tewas, setelah sebelumnya dianiaya oleh temannya sesama sopir.

Kejadian berujung maut itu terjadi di Samping Gudang PT KAO, Jalan By Pass Kelurahan Parak Laweh Pulau Aia Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Rabu (9/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sebelum meninggal, korban sempat mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan dua orang yang dikenalnya.

Baca Juga

Kapolresta Padang AKBP Imran Amir dalam jumpa pers kepada wartawan terkait pengungkapan kasus ini di Mapolresta Padang, Jumat (11/9), menyebutkan pelaku yang membuat korban tewas ada dua orang masing-masing Afdil (37) dan Hardino (29).

"Dua pelaku ini merupakan warga Pamancuangan Kecamatan Padang Selatan, dan warga Banuaran, Kelurahan Banuaran, Kecamatan Lubuk Begalung. Mereka berdua sudah kami tangkap, kini mendekam di balik jeruji besi Mapolresta," ungkap Imran Amir.

Kedua pelaku itu, jelas Imran Amir, ditangkap di dua lokasi berbeda. Pelaku Afdil ditangkap

di SPBU Tanjuang Saba Pitameh, Kecamatan Lubuk Begalung. Sedangkan Hardiono ditangkap di kawasan Kurai Taji, Kota Pariaman

"Mereka berdua kami tangkap kurang dari 24 jam pascainsiden perkelahian, tepatnya Kamis (10/9) sekitar pukul 11.00 WIB," ulas Imran Amir.

Kapolres ini menjelaskan, pada Rabu siang (9/9) itu, terjadi keributan antara korban dengan para pelaku di TKP di Jalan Bypass, Kecamatan Lubuk Begalung.

"Pelaku memukul kepala korban dengan balok kayu, sehingga kepala sebelah kiri luka robek. Saat dibawa ke rumah sakit mendapatkan perawatan dan tadi malam meninggal dunia," ujar AKBP Imran Amir.

Ia mengatakan, pelaku Afdil selaku eksekutor pemukulan dengan sebuah balok kayu. Sedangkan Hardiono berperan memegang bahu korban.

"Pertikaian antar sopir truk CPO ini hanya persoalan sepele. Pelaku saat itu merasa sakit hati kepada korban karena masalah antrean parkir kendaraan. Pelaku tak terima antreannya dihapus korban, hingga akhirnya aksi pemukulan tersebut," imbuh Imran Amir.

Sedangkan keterangan istri korban yang diperoleh penyidik, lanjut dirinya, pelaku sengaja menunggu korban kemudian terjadi perkelahian.

Dari perkara ini, tukas Imran Amir, pihak kepolisian berhasil mengamankan sebuah balok kayu yang digunakan pelaku untuk melakukan tindak penganiayaan, berikut dengan sepeda motor pelaku.

"Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal Pasal 351 ayat 3 juncto 170 KUH Pidana dengan ancamannya hukuman lima tahun penjara," tukasnya.

Komentar