Sehari 822 Kasus Pelanggaran Operasi Yustisi di Pessel

Metro-114 hit 10-10-2020 08:27
Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo saat membentuk tim pemburu pelanggar Protokol Covid-19 di Pessel beberapa waktu lalu. (Foto : Rio)
Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo saat membentuk tim pemburu pelanggar Protokol Covid-19 di Pessel beberapa waktu lalu. (Foto : Rio)

Penulis: Snm | Editor: MN. Putra

Pessel, Arunala -- Polres Pesisir Selatan (Pessel) mencatat sepanjang Jumat (9/10) kemarin, ada 822 kasus pelanggaran pada Operasi Yustisi yang digelar Polres Pesisir Selatan (Pessel).

Ratusan kasus pelanggaran itu tersebar di 11 Polsek dan di Kota Painan sendiri.

"Buktinya, di Polres Pessel saja ada 182 kasus pelanggaran berkaitan Operasi Yustisi yang kami temuai sepanjang Jumat (9/10)," kata Kapolres Pessel AKBP Sri Wibowo kepada Arunala.com , di Painan, Jumat sore (9/10).

Baca Juga

Operasi Yustisi yang digelar itu berkaitan dengan peningkatan pendisiplinan protokol kesehatan (Prokes) dan juga dalam rangka sosialisasi Maklumat Kapolri.

"Memang dalam Operasi Yustisi ini, Polres Pessel bersama jajarannya tetap mengimbau masyarakat agar mematahui protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak," kata Sri Wibowo lagi.

Dia mengaku, meski Polres Pessel cukup intens mensosialisasikan Prokes di kabupaten itu, namun fakta yang terlihat masih banyak pelanggaran yang ditemui di lapangan.

Dia merinci, ratusan kasus pelanggaran dari Operasi Yustisi yang ada di Polres Pessel merupakan teguran pada masyarakat 80 kasus, teguran pada pemilik usaha 22 kasus, kampanye masker 80 kasus. Sedangkan untuk kasus pelanggaran berupa pembubaran kerumunan dan penggalangan massal 0 kasus.

Sementara untuk laporan kasus pelanggaran Operasi Yustisi di sejumlah Polsek di Pessel, Sri Wibowo menjelaskan lebih banyak lagi.

"Ada ratusan kasus pelanggaran yang terjadi di hari yang sama. Laporan Giat harian dari 11 jajaran Polsek di Pessel terdapat 822 kasus. Terbanyak terjadi di Polsek Linggo Sari Baganti dengan 127 kasus. Sedangkan Polsek Koto XI Tarusan, yang terkecil jumlah kasusnya yakni 6 kasus," terang Sri Wibowo.

Dengan banyak kasus pelanggaran itu, tetap kami mengimbau masyarakat Pessel agar mentaati Prokes. "Jangan keluar rumah dengan tidak menggunakan masker, tentunya akan ditindak," kata Sri Wibowo.

Dalam Giat Operasi Yustisi itu, Sri Wibowo menyatakan Polres juga siap mem-backup Sat Pol PP Pessel dalam melakukan penertiban terkait Prokes dan juga Perda Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Komentar