Ratusan Mahasiswa Berdemo di Depan Kantor Gubernur Sumbar

Metro-542 hit 15-10-2020 19:48
Ratusan Mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus gelar demo dan orasi tolak UU OmnibisLaw di depan kantor Gubernur Sumbar, Kamis (15/10). (Foto : Heru)
Ratusan Mahasiswa dari aliansi Cipayung Plus gelar demo dan orasi tolak UU OmnibisLaw di depan kantor Gubernur Sumbar, Kamis (15/10). (Foto : Heru)

Penulis: Can | Editor: MN. Putra

Padang, Arunala - Massa dari aliansi Cipayung Plus kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak undang-undang Omnibus Law yang telah disahkan oleh DPR RI beberapa waktu yang lalu. Aksi kali ini dipusatkan di depan kantor Gubernur Sumbar Jalan Sudirman Kota Padang, Kamis (15/10).

Massa yang terdiri dari gabungan organisasi mahasiswa Islam seperti, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berkumpul di depan kantor Gubernur sekitar pukul 15.00 WIB.

Pantauan di lokasi unjuk rasa, massa yang datang berjumlah sekitar seratusan orang itu membentangkan sejumlah spanduk, diantaranya yaitu meminta Gubernur Sumbar secara tegas menolak UU Omnibus Law.

Baca Juga

Selain itu, aksi ini pun tidak luput dari pengawalan yang di lakukan oleh personel kepolisian dari Polresta Padang, yang juga telah memasang kawat berduri bahkan sebelum datangnya massa untuk melakukan unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa ini juga diwarnai dengan aksi bakar ban dilakukan sebagai bentuk kekecewaan massa karena tidak kunjung datangnya Gubernur Sumbar ditengah-tengah mereka.

Sekitar pukul 17.00 WIB, perwakilan dari Gubernur Sumbar yakni Kepala Kesbangpol Sumbar, Nazwir mendatangi massa untuk menjelaskan bawhasanya Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sedang tidak berada di tempat karena tugas dinas di luar daerah.

"Saya sebagai perwakilan yang diperintahkan langsung oleh bapak Gubernur untuk menemui adik-adik semua. Silahkan sampaikan aspirasi adik-adik sekalian, akan kita tampung dan akan kita sampaikan kepada bapak Gubernur," ujar Nazwir.

Hal tersebut, sempat tidak diterima oleh massa dan meminta perwakilan dari gubernur untuk menghubungi gubernur dan berbicara langsung dengan massa melalui sambungan telepon.

Upaya tersebut sempat dilakukan oleh perwakilan, namun belum adanya jawaban. Massa akhirnya menerima hal tersebut dan meminta kepada perwakilan untuk mencarikan waktu agar dapat bertemu dengan gubernur sumbar. Sekitar pukul 18.00 WIB, massa akhirnya membubarkan diri.

Salah satu koordinator aksi, Luki Suseno mengatakan, pihaknya kembali menggelar aksi unjuk rasa tersebut karena ingin menuntut atau mengawasi lagi isu-isu yang terjadi selama ini.

"Kami takutnya dari aktivis mahasiswa ini dari Cipayung akan tertidur dengan isu baru lagi seperti Puan Maharani kemarin kan, lalu muncul lagi UU Ciptaker ataupun UU KPK," kata Luki kepada wartawan.

Ia mengatakan isu UU Ciptaker dikontrol sampai habis. Luki menyebutkan bahwa mereka tahu bahwasanya Gubernur (Sumbar) ini mempunyai hak veto untuk menjunjung tinggi aspirasi dari rakyat.

"Kami ingin Gubernur Sumbar menyatakan sikap dalam video singkat bahwa dia menolak (UU Ciptaker) selaku Gubernur. Kami maunya Gubernur ini menjenguk anak-anaknya, bukan anak-anaknya yang sibuk menjenguknya," tegasnya.

Komentar