.
"Kami melihat dalam 10 tahun terakhir tidak mendapatkan support anggaran dari Pemprov Sumbar terhadap KNPI itu, dan sepertinya pemprov tidak menghargai semangat Sumpah Pemuda 1928," ujarnya.
Rafik juga mengkritisi kebijakan Pemprov Sumbar di bidang ekonomi. Selama lebih kurang 10 tahun tidak ada kenaikan signifikan ekonomi makro maupun mikro di Sumbar.
"Hal itu menyebabkan munculnya kasus-kasus sosial di Sumbar, karena susahnya lapangan pekerjaan, dan para pemuda minang yang di rantau tidak pernah diperhatikan dan disupport," kata Rafik.
Halaman 12


Komentar