Surabaya, Arunala -- Keinginan Wali Kota Pariaman, Genius Umar untuk mendirikan Museum TNI AL di kotanya terus dilakukan. Kali ini. Genius bersama rombongan Pemko Pariaman mengunjungi Markas Kolinlamil (Komando Lintas Laut Militer) TNI AL, di Surabaya, Rabu (9/6).
Selain itu, rombongan juga melakukan survei terhadap KRI Teluk Ratai 509 yang direncanakan akan dijadikan museum oleh Pemko Pariaman nantinya.
Kehadiran Genius di di markas itu TNI AL itu disambut oleh Wakil Asisten Logistik (Waaslog) Kasal, Laksamana Pertama Rachmat Hartoyo, dan jajarannya.
"Tercatat Pariaman punya sejarah maritim di Indonesia, yakni sebagai salah satu basis kekuatan perjuangan maritime tergabung dalam Tentara Rakyat Indonesia Laut Sumatera Tengah atau Resimen ALRI, yang jadi cikal bakal ALRI Pangkalan Besar Pariaman. Ini terjadi saat agresi Belanda di Sumbar," ungkap Genius Umar.
Lebih lanjut ia mengharapkan dengan adanya KRI Teluk Ratai 509 di Pariaman nanti sebagai museum TNI AL, tentu akan menarik kunjungan wisatawan lokal dan Nasional bahkan wisatawan internasional, sehingga ini menjadikan Kota Pariaman makin dikenal.
Dari tinjauan yang dilakukan itu, Genius dapat banyak masukan dari Waaslog Kasal, mulai menyangkut perbaikan dan kebutuhan logistik barang-barang yang akan ditempatkan di kapal perang hingga hal penunjang lainnya setelah dijadikan museum.Dalam pertemuan itu, Laksamana Pertama Rachmat Hartoyo mengatakan, KRI (Kapal Perang Republik Indonesia) Teluk Ratai 509 merupakan kapal perang yang telah dipensiunkan pada 2019 lalu. Kapal ini adalah bekas kapal perang milik Amerika Serikat bernama Inagua Shipper-678, dengan jenis Landing Ship Tank (LST).
"Kapal perang ini jadi saksi sejarah pada masa perang dunia II," kata Rachmat Hartoyo.
Dia menjelaskan kapal perang KRI Teluk Ratai ini memiliki panjang 100 meter dan lebar 15,5 meter, mempunyai berat 1.445 ton dan menggunakan material plat besi baja dengan kemampuan mendarat langsung di pantai/beachinnext


Komentar