Padang, Arunala -- Wali Kota Padang, Hendri Septa bersama tim terpadu secara mendadak mendatangi Pelabuhan Muaro Padang, dan memeriksa penumpang kapal Mentawai Fast (MF) yang baru merapat di pelabuhan itu dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa sore (13/7).
Kehadiran wali kota dan tim itu untuk melihat dari dekat penerapan PPKM Darurat yang dilakukan Pemko Padang di pelabuhan tempat kapal Mentawai Fast itu sandar.
Dari pantauan di lapangan, terlihat penumpang kapal yang hendak keluar pelabuhan sempat tertahan, sebab setelah diperiksa tim terpadu mereka itu banyak yang tidak memenuhi persyaratan masuk ke kota seperti tidak memenuhi persyaratan masuk kota seperti surat vaksinasi dan rapid antigen.
"Saat saya bersama tim sidak penumpang kapal Mentawai Fast yang baru datang dari Mentawai itu, masih ditemukan sebagian penumpang kapal tidak bisa menunjukan surat vaksin dan rapid antigen untuk masuk ke Padang," kata Hendri Septa ketika sidak itu.
Kemudian, lanjut Hendri Septa, terhadap para penumpang kapal yang tidak bisa menunjukan surat vaksinasinya, lalu didata oleh petugas untuk selanjutnya dilakukan tracing.
Dalam tracing nanti, tambah wali kota ini, petugas nantinya mendatangi rumah penumpang tadi. Bila nantinya tidak ada surat vaksin atau rapid antigennya, maka dilakukan uji swab penumpang yang datang hari ini, dan harus jalani vaksinasi di Puskemas terdekat tempat penumpang itu tinggal.
"Ini sangat penting dilakukan, sebab ada kemungkinan penumpang tersebut akan kembali ke Mentawai setelah Idul Adha nanti," ungkap Hendri Septa lagi.
Dia menyebutkan, sesuai dengan instruksi Kementerian Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2021, Kota Padang termasuk kota dalam melaksanakan PPKM Darurat.
Terhadap pihak pengelola kapal, Hendri Septa menyebutkan sudah ada kesepakatn antara pemilik kapal dan petugas untuk semebtara waktu mengoperasikan kapalnya.
"Kapal MF tidak berlayar mulai besok (Rabu, red) hingga 20 Juli 2021 nanti, baik dari Padang ke Mentawai maupun sebaliknya. Aturan PPKM darurat ini juga dilakukan di pelabuhan Bungus, Padang," tukas Hendri Septanext


Komentar