Pariaman, Arunala -- Saat ini Pemko Pariaman mencurahkan perhatiannya pada perkembangan Madrasah Diniyah Wustho (MDW) untuk anak SMP dan Madrasah Diniyah 'Ulya (MDU).
Bahkan pemko juga akan memastikan keberadaan dua institusi ini bakal hadir di tiap desa dan kelurahan di kota itu.
Ini disampaikan Wali Kota Pariaman, Genius Umar ketika memimpin rapat evaluasi dan peningkatan pelaksanaan program MDA/MDW/MDU dan read Al Qur'an center Kota Pariaman, di ruang kerjanya, Jumat sore (6/8).
Gagasan yang disampaikan Genius Umar itu merupakan tindak lanjut dari pembahasan konsultasi publik Ranwal Perubahan RPJMD 2018-2023 kota ini.
"Pemko akan serahkan anggaran untuk pembangunan MDA/MDW dan MDU ini di tingkat desa. Kemudian untuk pembinaan anggarannya di tingkat kecamatan, sedangkan anggara monitoring berada di pemko. Khusus untuk Read Al Qur'an Center atau Tahfiz, minimal harus ada satu di setiap kecamatan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Genius Umar mengatakan nantinya untuk kordinator pengawasan MDA/MDW dan MDU tersebut, adalah tugas dari penyuluh agama yang ada di desa dan kelurahan, sehingga fungsinya sebagai pendorong yang berhubungan dengan keagamaan di desa kelurahan terlaksana dengan baik.
"Nantinya MDW dan MDU ini akan melekat di bangunan MDA yang telah ada di desa dan kelurahan, sehingga tinggal desa yang mengatur sesuai dengan kearifan desa kelurahan masing-masing, berapa jam dan pengaturan hari pelaksanaan dari MDA/MDW dan MDU tersebut," tukasnya.
Genius Umar juga menyampaikan, pelaksanaan MDA/MDW dan MDU ini bertujuan agar anak-anak, remaja dan pemuda/i, usia sekolah dari SD sampai SMA yang ada di Kota Pariaman, tidak ada lagi yang tidak bisa mengaji.
"Ada anak SMP yang dari kecil belum bisa mengaji, begitu juga ada yang telah SMA/SMK yang tidak tahu baca Al qur'an, di MDW dan MDU ini nantinya mereka akan diajarkan oleh guru yang telah ditunjuk oleh desa atau bisa juga penyuluh agamanya langsung, untuk membantu belajar mengaji, sehingga mereka dapat membaca Al qur'an nantinya," ucapnyanext


Komentar