Tiga Paslon Cabup/Cawabup Pessel Saling Adu Konsep

Metro-206 hit 11-11-2020 20:33
Suasana tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Pessel mengikuti debat publik perdana yang diadakan KPU Pessel di Studio TVRI Sumbar, Rabu (11/11). (Foto : Rio)
Suasana tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Pessel mengikuti debat publik perdana yang diadakan KPU Pessel di Studio TVRI Sumbar, Rabu (11/11). (Foto : Rio)

Penulis: Snm

Padang, Arunala -- Debat perdana pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pesisir Selatan (Pessel) telah digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten setempat di studio TVRI Sumbar, Rabu sore (11/11).

Pada debat publik perdana yang ditanyangkan TVRI Sumbar ini, tiga paslon masing-masing Hendrajoni-Hamdanus (nomor urut 01), Rusmayul Amwar-Rudi Hariyansyah (nomor urut 02), dan Dedi Rahmanto Putra-Arfianof Rajab (nomor urut 03), terlihat saling adu konsep dan program kerja mereka.

Dengan dipandu moderator pihak penyelanggara, debat publik TVRI Sumbar, diberikan kesempatan pada masing-masing paslon menyampaikan visi dan misi, serta tanggapan dan juga saling lempar pertanyaan antarpaslon.

Baca Juga

Pada debat perdana ini, KPU Pessel menghadirkan beberapa pakar yang menjadi tim penyusun materi debat seperti Dr. dr. Andani Eka Putra (Dosen Fakultas Kedokteran Unand/Ahli Virus).

Lalu Pakar Hukum Unand Khairul Fahmi, kemudian Wakidul Kohar, (Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol), Syaiful Anwar (Dosen Fakultas Ekonomi Unand) dan Reno Fernandes (Dosen Sosiologi UNP).

Berdasarkan pantuan di lokasi debat, permasalahan penangganan Covid-19 jadi tema debat yang dilangsungkan hari itu.

Untuk pasangan calon 01 Hendrajoni menyebutkan salah satu penyebab perkembangan kasus Covid-19 di Pessel, karena tidak disiplinnya masyarakat.

"Dari berbagai upaya yang telah dilakukan sebelumnya seperti, memperketat perbatasan, ketersediaan alat medis di rumah sakit, dan ruang isolasi di Rusunawa dan tes swab, selama penanganan Covid-19 di Pessel," papar Hendrajoni didampingi Wakilnya Hamdanus.

Tentu, kata dia, kedisiplinan masyarakat sangat diperlukan. Karena itu, mampu menekan angka pengurangan jumlah kasus Covid-19 di daerah tersebut.

Hendrajoni juga menerangkan berdasarkan data dan catatan penanganan Covid-19 di Pessel, tercatat angka peningkatan kasus relatif masih tinggi dan masih meningkat.

"Untuk hari ini Rabu (11/11), tercatat ada dua penambahan kasus. Sehingga total kasus positif di Pessel sebanyak 544 kasus positif, dan angka itu meningkat sejak satu bulan terakhir," jelas Hendrajoni.

Sementara, Cawabup paslon 02 Rudi Hariansyah yang didampingi Cabup Rusma Yul Anwar, yang menjawab pertanyaan moderator mengenai penanganan Covid-19 di Pessel mengatakan, untuk penekanan dan menurunkan angka kasus Covid-19 di Pessel perlu beberapa penekanan dan penanganan sistem yang baik dari pemerintah.

Pertama, akan melakukan blogging terhadap suatu daerah dengan cara meningkatkan pengawasan di beberapa wilayah perbatasan.

Sebab, secara ntrennya kasus yang terjadi di Pessel adalah kasus berdasarkan penularan dari luar wilayah Pessel sendiri.

"Jadi, intinya kita menghambat dan mempersempit ruang terjadinya penyebaran Covid-19 di daerah atau diwilayah kita,"ucapnya.

Kedua lanjut Rudi, melakukan tracking di tingkat Puskesmas dan Pustu di Nagari melalui tenaga medis yang ada. "Nah, dengan hal serius itulah, yang kita lakukan dalam memutus mata rantai dan mencegah klaster baru yang tumbuh di Pessel sendiri," ujarnya.

Adapun jawaban paslon 03 Dedi Ramanto Putera-Arfianof Rajab yang dijawab oleh Arfianof Rajab mengatakan, lebih menekankan ke pemerintah terkait pelayanan dalam penanganan Covid-19.

Karena katanya, kebanyakan masyarakat belum tau mana dan seperti apa bahaya Covid itu sendiri.

"Intinya, pelayanan pemerintah dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya Covid-19 ini, dan informasi lainnya terkait wabah Covid-19 ini," katanya.

Sementara itu, Ketua KPU Pessel, Epaldi Bahar mengatakan, KPU Pessel menjadwalkan debat pasangan calon bupati dan wakil bupati akan dilaksanakan pada tanggal 11 dan 25 November 2020.

"Adapun tema debat pasangan calon bupati dan wakil bupati antara lain terkait kebijakan dan strategi penanganan, pencegahan dan pengendalian Covid-19, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah," kata Epaldi.

Dia menambahkan, adapun tujuan debat publik ini untuk memberikan kesempatan pada ketiga paslon menyampaikan visi dan misi, pada masyarakat.

Komentar