Padang, Arunala - Gubernur Sumbar dua periode (2010-2015 dan 2016-2021), Irwan Prayitno jadi pembicara pada Sekolah Kepemimpinan Masa Depan sesi dua yang diadakan secara virtual Laboratorium Ilmu Politik Universitas Andalas (Unand),Sabtu (20/11) kemarin.
Topik yang diangkat kali ini mengenai Penguatan Kapasitas Kepemimpinan Publik dalam Era Industri 4.0.
Dalam pemaparannya Irwan menjelaskan berbagai topik seperti gaya kepemimpinan, konsep Islam tentang kepemimpinan publik, hingga kepemimpinan di era revolusi industri 4.0.
Kepemimpinan yang dijelaskan Irwan juga menekankan bahwa kapasitas seseorang dalam memimpin ditentukan oleh banyak hal.
"Saya pernah menawarkan orang secara kemampuan atau teknis bagus untuk menjadi eselon II atau III tapi dia tidak berani, tidak percaya diri. Berarti secara kepemimpinan tidak bisa," sebut Irwan.
Menurutnya, modal dasar kapasitas pendorong laju kepemimpinan tersebut harus dimiliki dalam penguatan kapasitas pemimpin.
Selanjutnya, Irwan menjelaskan relevansi kepemimpinan dengan era revolusi 4.0 yang sering dikaitkan dengan bagaimana generasi akan melanjutkan tampuk kepemimpinan.
Politisi senior ini mengatakan era industri 4.0 mengharuskan pemimpin mengikuti perkembangan teknologi dan mengasah soft skill agar dapat memaksimalkan pelayanan publik.
"Kita berbicara era 4.0 karena tuntutan masyarakat, zaman, dan global, dan kita harus hadir sebagai pemimpin sehingga kita harus memiliki skill. Yang paling penting adalah memahami kondisi masyarakat," paparnya.
Pertemuan kedua Sekolah kepemimpinan ini menjawab berbagai pertanyaan partisipan terkait kepemimpinan masa kini hingga upaya dalam mewujudkan pemimpin muda yang berkualitas di masa depan.
"Ikuti hal yang baik, harus berintegritas, tunjukkan kapasitas dan integritas kita yang bagus dan baik dari awal dengan berbuat kebaikan-kebaikan, melakukan sesuatu yang benar, jangan curang, jangan bohong, jangan korupsi. Karena hal ini akan mencerminkan kita bagaimana kedepannya," jelas Irwan saat menanggapi pertanyaannext


Komentar