Hadirkan Deputi Kemenkop dan UMKM: IASMA 1 Bukittinggi Gelar Puncak SLA 2021

Metro- 23-11-2021 20:12
Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UMKM Eddy Satriya, saat hadiri SLA IASMA 1 Bukittinngi, Minggu (21/11). (Dok : Istimewa)
Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kemenkop UMKM Eddy Satriya, saat hadiri SLA IASMA 1 Bukittinngi, Minggu (21/11). (Dok : Istimewa)

Padang, Arunala - Kementerian Koperasi dan UMKM di tahun anggaran 2021 ini menyalurkan Rp13,6 triliun untuk pengusaha kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang terdampak bencana.

"Untuk Sumbar, alhamdulilah dialokasikan untuk 400.000 orang pelaku UMKM. Mudah-mudahan, melalui kolaborasi dan sinergi kita semua, jumlah bantuannya bisa ditingkatkan di tahun depan," terang Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha pada Kementerian Koperasi dan UMKM, Eddy Satriya, Minggu (21/11) lalu. Pernyataan Eddy itu, disampaikan saat acara puncak Silaturahmi Lintas Angkatan Ikatan Alumni SMAN 1 Bukittinggi (SLA IASMA) 2021 di auditorium gubernuran Sumbar. Acara ini digelar secara hybrid oleh perwakilan angkatan.

Alumni Landbouw (demikian IASMA kerap disebut), dan kegiatan ini dapat juga diikuti secara daring melalui akun sosial media Zoom, Youtube, Instagram dan Facebook.

Saat ini, sebut Eddy, Kemenkop dan UKM sedang berkolaborasi dengan Baznas untuk menyalurkan bantuan pada pedagang Pasar Bawah.

"Kami sedang memproses bantuan untuk pedagang Pasar Bawah sebesar Rp2,5 miliar untuk 125 pedagang yang jadi korban kebakaran beberapa waktu lalu," ungkap Eddy yang juga alumni IASMA Landbouw angkatan 82.

Pemerintah, tegas Eddy, akan terus mendorong UMKM Indonesia masuk pasar global. Salah satu jalan yang ditempuh, mendorong UMKM berubah dari informal ke formal, sehingga memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).

"Dengan begitu, akan mempermudah pengajuan bantuan pemerintah. Kemudian, digitalisasi usaha lalu mendorong rantai pasokan UMKM dan mendorong modrenisasi koperasi," pungkas Eddy Satria.

Menurutnya, UMKM ini sudah jadi darah daging di Sumbar. Selain itu, mayoritas alumni IASMA Landbouw merupakan penggerak UMKM. Misalnya, dengan jualan di Pasa Ateh, Pasa Bawah, Pasa Lereng dan Aua Kuning.

"Merekalah yang mengerakan UMKM Ekonomi Indonesia," tegas Eddy yang bicara secara daring.

Dikatakan Eddy, sebesar 99,09 persen pelaku usaha di Indonesia ini termasuk golongan UMKM. Hanya 0,01 persen yang termasuk golongan usaha besarnext

Komentar