Reses Perorangan Wakil Ketua DPRD Sumbar ke Dapil: Suwirpen Minta Kebijakan Zonasi Ditinjau Ulang

Metro- 18-02-2022 05:42
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib bersama Lurah Bandar Buat, Sri Utari berdialog dengan warga setempat saat reses dapil, Kamis malam (17/2). (Foto : Arzil)
Wakil Ketua DPRD Sumbar, Suwirpen Suib bersama Lurah Bandar Buat, Sri Utari berdialog dengan warga setempat saat reses dapil, Kamis malam (17/2). (Foto : Arzil)

.

"Padahal, proses penerimaan siswa baru untuk SMA Negeri sebentar lagi datang. Ini mesti segera diatasi agak tidak muncul polemik," tukas Suwirpen.

Ditanya apakah dengan cara menambah jarak jangkauan atau membangun sekolah baru merupakan solusi dari permasalahan ini? Suwirpen menjawab itu tidak mungkin bisa dilakukan.

Contoh, terang dia, jika jarak jangkauan penerimaan ditambah sudah tentu sekolah yang berdekatan yang diterima, sementara bagi murid atau siswa yang jarak sekolahnya nanggung, pasti juga tidak akan diterima.

"Dan kalau dengan membangun sekolah baru, sudah tentu tidak bisa dalam waktu dekat ini, sementara waktu penerimaan siswa baru akan segera tiba," Suwirpen menjelaskan.

Dirinya juga menyebutkan persoalan zonasi untuk SMA Negeri juga dialami sejumlah daerah di kabupaten kota di Sumbar itu, mengingat satu nagari hanya punya satu SMA Negeri.

"Sekali lagi saya katakan persoalan ini pemerintah daerah harus segera mengatasinya dan dicarikan jalan keluarnya," kata Suwirpen.

Sementara itu, Lurah Bandar Buat, Sri Utari juga membenarkan persoalan zonasi untuk SD Negeri memang dikeluhkan oleh warganya.

"Untuk penerimaan siswa baru SMA Negeri di Bandar Buat ini, bisa dikatakan berada dalam zona abu-abu. Karena zona untuk sampai SMA Negeri cuma satu di Kecamatan Lubuk Kilangan ini yaitu SMAN 14. Jadi jarak tempuh dari Bandar Buat ke SMAN 14 itu cukup jauh," ujar Sri Utari.

Sri Utari menambahkan, kondisi sama juga dialami bagi tamatan SMP di kelurahan itu yang ingin masuk SMAN 4 Padang, juga tidak bisa diterima karena jaraknya juga jauh.

Sebenarnya, lanjut dia, persoalan zonasi ini sudah dia bicarakan saat penerimaan siswa baru pada tahun kemarin dengan pihak terkait.

Melihat kondisi demikian, Sri Utari mengaku, para tokoh masyarakat di Lubuk Kilangan ini sedang mengupayakan mencari lahan baru untuk pembangunan SMA Negeri yang baru di kecamatan ini.

Tujuannya, lanjut dia, agar bisa menampung anak-anak yang tidak diterima di SMAN 14 Padang maupun di SMAN 4 Padang.

"Memang ada juga sebagian anak dari kecamatan ini yang diterima di SMAN 14 maupun SMAN 4, namun mereka diterima melalui jalur prestasi dan jalur pemenuhan kuota karena peminat untuk di SMA itu belum terisi penuh," kata Sri Utari.

Komentar