Menanggapi Kondisi Kebencanaan di Padangpariaman: BPBD Bentuk Tiga Inovasi Kesiapsiagaan Bencana

Metro- 14-03-2022 20:58
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Kepala pelaksana BPBD Budi Mulya mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Ny Yusrita Suhatri Bur sebagai Srikandi Siaga Tanggap Bencana (SI SIGAB), Senin (14/3). (Dok : Istimewa)
Bupati Padangpariaman Suhatri Bur didampingi Kepala pelaksana BPBD Budi Mulya mengukuhkan Ketua Tim Penggerak PKK Ny Yusrita Suhatri Bur sebagai Srikandi Siaga Tanggap Bencana (SI SIGAB), Senin (14/3). (Dok : Istimewa)

.

"Dalam Program Nagari SIGAB, masyarakat terlibat aktif dalam mengkaji, menganalisis, menangani, memantau, mengevaluasi dan mengurangi risiko-risiko bencana yang ada di wilayah mereka. Terutama dengan memanfaatkan sumber daya lokal, demi menjamin keberlanjutan," papar Budi Mulya.

Sedangkan program NAN SIGAB, lanjutnya, yakni melakukan pendalaman kesiagaan bencana, melalui Keluarga Tangguh Bencana oleh Srikandi Siaga dan Tanggap Bencana (SI SIGAB).

"Adapun yang menjadi fokus dalam sasaran kegiatan SI SIGAB ini, adalah para ibu (Srikandi) dan anak-anak yang siap dan tanggap terhadap bencana," ulasnya.

Penentuan para ibu dan anak-anak pada program ini, didasarkan pada aspek kemampuan fisik kelompok perempuan dan anak-anak lebih lemah dari pada kelompok pria.

Ketika terjadi bencana pada umumnya bapak bapak sedang berada di luar rumah, karena kesibukan mencari nafkah dengan bekerja di berbagai tempat.

"Dari itu, kelompok perempuan dan anak-anak perlu diprioritaskan untuk diberikan pelatihan kesiapsiagaan bencana," tukas Budi Mulya lagi.

Tak kalah pentingnya, imbuhnya, adalah program pemulihan pascabencana yang dimulai dari analisa rencana pascabencana. Ini adalah suatu rangkaian kegiatan yang dimulai dari pengkajian dan penilaian akibat, analisis dampak, perkiraan kebutuhan dan rekomendasi awal terhadap strategi pemulihan yang menjadi dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).

"Program ini menjadi sangat penting, karena melalui dukungan dan support data ini akan membantu daerah dalam pemulihan pasca bencana. Inovasi ketiga ini di beri nama (LENCANA) Analisa Rencana Pascabencana," pungkas Budi Mulya.

Komentar