.
"KI Sumbar mengakui kalau belajar keterbukaan dan kelembagaan ini KI Jabar punya nilai lebih dan semangat inovasi dan kolaborasi sangat tinggi," ujar Wakil Ketua KI Sumbar Arif Yumardi.
Di pihak lain, Adrian bersama Daan dan Husni yang melakukan diskusi terkait sengketa informasi publik setidaknya punya satu kesimpulan.
"Bisa saja KI menolak permohonan sengketa informasi publik, sepanjang majelis komisioner menilai adanya itikad tidak baik atau informasi disengketakan berulang-ulang dalam jumlah banyak pula," ujar Adrian.
Tidak hanya itu, pola KI Jabar mengelola kelembagaan dan tata kelola anggaran juga dinilai cukup bagus. Setidaknya hal itu disampaikan Komisioner Wakil ketua KI Kalteng, Setni Betlina dan juga Arif Yumardi.
"Kami ingin meniru pola KI Jabar ini dalam mengelola kelembagaan maupun mengelola anggaran KI, ada 27 pegawai non ASN dengan honorarium di atas UMR, itu gimana caranya," ujar mereka berdua.
Menjawab pertanyaan itu, Ketua KI Jabar, Ijang Faisal menyebutkan kuncinya intensif lakukan komunikasi berkala soal keterbukaan informasi publik kepada OPD dan tentu juga kepada Gubernur Jabar.
"Hal itu akhirnya menjadikan kelembagaan KI yang dibangun bisa diakomodir oleh aturan keuangan yang ada di Pemprov Jabar," kata Ijang Faisal.


Komentar