.
"Bahkan, sudah terpublikasi di 10 publikasi internasional tahun 2021," ungkapnya.
Dovy menyebutkan rencana ke depannya baik internal, lokal maupun nasional dan internasional terhadap inovasi BIGStar ini.
Untuk internal berupa mengembangkan dataset pada data pelayanan lainnya yaitu kanker, kardiovaskuler dan KIA.
"Dan, meningkatkan penelitian staf dalam peningkatan pelayanan RSUP Dr M Djamil (dibuktikan dengan penelitian internasional terpublikasi)," sebutnya.
Untuk lokal, meningkatkan kerja sama lokal untuk membentuk academic health system. Tentunya melalui training kepada staf medis dan dosen FK Unand terkait penelitian. Meningkatkan kerja sama dan kolaborasi penelitian dengan institusi lokal dengan pemanfaatan BIGStar.
"Untuk nasional dan internasional berupa meningkatkan kerja sama dan kolaborasi penelitian dengan RS vertikal lainnya. Baik yang ada di Indonesia bahkan internasional dengan pemanfaatan BIGStar," tegas Dovy.
Sementara Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mengucapkan selamat kepada lima inovasi yang terpilih dalam Demo Day "Health Innovation Sprint Accelerator 2022".
"Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk memetakan dan menginkubasi inovasi-inovasi digital unggulan di bidang teknologi kesehatan. Tentunya ini dalam rangka membangun ekosistem inovasi," ucapnya.
Ditambahkan Chief of DTO Kemenkes, Setiaji, ke depan, kelima tim ini akan diakomodir oleh Kemenkes dalam program regulatory sandbox.
"Ini untuk mengakomodasi upaya inovasi hingga hilirisasi produk yang tengah dikembangkan kepada masyarakat dan fasilitas kesehatan yang ada," tuturnya.
Untuk diketahui, Health Innovation Sprint Accelerator 2022 ini telah berjalan sejak bulan Januari 2022, dan berhasil menjaring 105 inovasi bidang teknologi kesehatan.
Kemudian dikerucutkan menjadi 15 inovator yang diseleksi dan telah mengikuti roadshow di Medan, Bandung, Surabaya hingga Makassar pada 2 hingga 15 Maret 2022 lalu.


Komentar